Debat Pilbup Jombang, Calon Bupati Warsubi Targetkan Satu Wirausaha Baru Tiap Dusun
Jombang – Calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang Warsubi-Salmanudin Yazid, yakin dengan kepemimpinannya di Kabupaten Jombang akan muncul satu wirausaha baru di setiap dusun. Apa pasal? Pasangan nomor urut 2 […]
Jombang – Calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang Warsubi-Salmanudin Yazid, yakin dengan kepemimpinannya di Kabupaten Jombang akan muncul satu wirausaha baru di setiap dusun. Apa pasal? Pasangan nomor urut 2 ini akan kembangkan potensi asli dusun.
Warsubi yakin hal itu akan dilakukan di awal masa jabatannya. Karena melihat dusun di desa-desa di Kabupaten Jombang ini, memiliki banyak potensi. Hanya saja selama ini kurang menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Jombang.
“Penataan ekonomi pedesaan itu penting untuk segera dilakukan melalui pengembangan sumber daya desa secara optimal, “ kata Warsubi dalam debat perdana yang digelar KPU Jombang, Sabtu, 19 Oktober 2024.
Pemanfaatan potensi tersebut, lanjut Warsubi, dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat agar mencapai kesejahteraan yang merata untuk semua.
“Konsep kewirausahaan desa itu penting. Ini untuk menginisiasi menggerakkan perekonomian suatu wilayah. Ini sebagai upaya untuk mengakselerasi perekonomian pedesaaan yang selama ini dianggap lambat dan tertinggal dari perkotaan, “ ungkap Warsubi.
Warsubi mengajak memaksimalkan lembaga ekonomi desa yang ada. UMKM, BUMDes, maupun koperasi harus berpacu terlibat aktif dalam menggali potensi ekonomi desa di Jombang ini. Karena dengan keterlibatan lembaga ekonomi desa, dapat membantu strategi pemasaran bersama, sekaligus hasil produk dan jasa dari Masyarakat.
“Nanti juga akan ada pelibatan lembaga lain seperti perguruan tinggi, perbankan, hingga kerjasama program Corporate Sosial Responsibility (CSR), diharapkan dapat menjadi mediator dan pendamping kelompok usaha kecil dalam mengembangkan produk barang atau jasa yang memiliki daya saing,” kata Warsubi menjelaskan.
Menurut Warsubi, dengan melibatkan lembag-lembaga itu, masyarakat agar dapat mengelola keuangan usaha yang baik. Hal ini penting, mengingat selama ini persoalan yang dihadapi usaha mikro dan kecil adalah ketidakmampuan mengatur keuangan usaha.
“Kita bantu wirausaha-wirausaha dari dusun hingga desa untuk mendapat fasilitas Perbankan sendiri sebagai lembaga keuangan profesional sehingga dapat membantu menyalurkan kredit usaha rakyat,” ujar Warsubi.
Dengan begitu, Warsubi yakin persoalan pengangguran dan kemiskinan tidak akan menjadi persoalan serius di Kabupaten Jombang. Sebab, tenaga kerja yang diserap akan terus membesar. Pertumbuhan ekonomi juga makin tinggi. Tidak menutup kemungkinan, Jombang juga akan menjadi jujugan bagi para pencari kerja dari kabupaten lain.***
Writer: FX Mursidi
Editor: Pliplo Supriyadi







