Home Uncategorized SAAT DKS DIUSIR ; LUDRUK MASUK GEDUNG KESENIAN JOMBANG
Uncategorized

SAAT DKS DIUSIR ; LUDRUK MASUK GEDUNG KESENIAN JOMBANG

Jombang, 10 Mei 2026 – Catatan di tengah aksi. Disaat ada cerita tragedi tentang nasib berkesenian di Surabaya ( diusirnya seniman dari gedung kesenian Surabaya) yang dimuat dibeberapa media online […]

Jombang, 10 Mei 2026 – Catatan di tengah aksi. Disaat ada cerita tragedi tentang nasib berkesenian di Surabaya ( diusirnya seniman dari gedung kesenian Surabaya) yang dimuat dibeberapa media online dan offline. Jombang membuat cerita berbalik dengan menampilkan ludruk gabungan ( Guyup Rukun ) di Gedung Kesenian Jombang pada jumat malam sabtu(8/5)

Sebuah japri dari Cak Yanto seniman ludruk dari Waras Cs kepada kami yang isinya tentang pemberitahuan serta undangan pementasan ludruk di gedung kesenian Jombang serta tawaran untuk menggunakan ticket mereka dan kami pun bersedia.

Jam 19.00 WIB tibalah kami di gedung Kesenian dengan mengendarai mobil PCNU Jombang yang sudah  dua minggu kami pakai sowan ke banyak pihak tuk pemberitahuan kegiatan tentang Muktamar Kebudayaan LESBUMI PBNU di kampus Unwaha Tambakberas Jombang tanggal 12-14 Juni 2026.

Ada kebetulan yang baik, yaitu gregah berkesenian para pemangku jabatan di Jombang. Tampak Octadella Bilytha Permatasari, S.T., M.B.A.Intl Wakil ketua DPRD Jombang ( putri sulung Abah Warsubi Bupati kab. Jombang ), Drs. PURWAΝΤΟ, Μ.ΚΡ. Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan , Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang dijabat oleh Nur Evva Maylia,S.STP.M.M. dan terutama yang punya gawe yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang adalah Dra. Wor Windari, M.Si. serta Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang adalah Anom Antono, S.Sn.

Dalam kesempatan kami mencoba berwawancara dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang adalah Dra. Wor Windari, M.Si. Beliau mengatakan “ Ini dalam rangka menguri-uri budaya Jawa. Program kegiatan ini dimulai sejak tahun lalu dengan menampilkan Gabus Misri, dilanjutkan pertunjukkan karawitan , kemarin ketika Hari Tari kita mengadakan  pertunjukkan tari selama 12 jam diiikuti oleh sanggar tari yang ada di Jombang. Hari ini diadakan pagelaran ludruk dengan tema Guyup Rukun Warga Jombang yang diikuti oleh seniman ludruk dari kelompok-kelompok yang ada di Jombang.Mudah-mudahan kesenian tradisional Jombang semakin eksis dan semakin bersemangat untuk berkreasi mengembangkan kreasi dan potensi seni yang ada di kabupaten Jombang.”

Selain itu Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang adalah Anom Antono, S.Sn. di tempat yang sama mengatakan ini adalah salah satu upaya dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Jombang untuk mengembangkan melestarikan dan memanfaatkan obyek kemajuan kebudayaan dan memang ludruk itu kan meskipun sudah diklaim milik provinsi Jawa Timur tapi cikal bakal  ludruk yang namanya besutan itu kan menjadi warisan budaya tak benda kabupaten jombang, oleh karena itu memang ini adalah salah satu upaya untuk melestarikan daripada kesenian ludruk yang itu merupakan ikon provinsi Jawa Timur.”

Tak afdol jika kemudian kita tidak meminta pendapat pihak ketiga yaitu Budayawan atau Seniman Jombang Imam Ghozali atau yang lebih akrab dipanggil Mbah Imam “Ludruk Guyup Rukun yang akan menjadi pertunjukkan periodik di gedung kesenian merupakan satu kolaborasi kelompok-kelompok ludruk dari berbagai komunitas yang ada di Jombang , ludruk-ludruk yang sepuh. Digelar untuk Transformasisoal ludruk kepada teman-teman generasi muda. Ludruk dibawa ke gedung kesenian merupakan ikhtiar dari kebudayaan untuk menaikkan kelas bagaimana kalau ludruk itu pentas di sebuah gedung kesenian yang representatif ,nampaknya dari animo penontonnya sendiri ada bagus karena ticket yang dijual sold out artinya kan ada satu klangenan masyarakat kota untuk melihat ludruk yang dipertunjukkan di gedung kesenian”.

Pertunjukkan dimulai jam 19.26 , beberapa lagu dilantunkan dengan genre musik berbeda-beda yang dikawinkan dengan alat musik gamelan dan  alat musik terbang. Aransemen yang ciamik menurut telingaku, hanya sayang pertunjukkan sekitar lebih dari enam  lagu tidak dibarengi dengan sinar lampu  yang cukup sehingga muncul kesan hanya dipakai sebagai pelengkap atau mungkin hanya pengisi sambil menunggu para pejabat undangan hadir karena setelah beberapa tamu pejabat hadir. MC muncul dari backstage dan mulai membacakan SOP dan standar pertunjukkan.

Pementasan dimulai dengan sambutan Drs. PURWAΝΤΟ, Μ.ΚΡ. Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan yang mewakili Abah Warsubi selaku Bupati Jombang dilanjut MC yang kemudian membacakan tentang sejarah ludruk.

Hal yang membuat sedikit berbeda adalah tari ngremo yang model pakaian serta gerakannya berbeda dengan yang biasa aku lihat , maklum masa kecilku pertunjukkan ludruk hampir bisa dibilang menu wajib di masyarakat saat itu sehingga memori itu kuat menempel di kepalaku. Dilanjut peragawati masyarakat dulu menyebutnya yang berlenggak lenggok dan membawakan beberapa lagu , yang berbeda kalau masa kecilku semua pemain hampir dibilang laki-laki termasuk yang berperan menjadi perempuan.Setelah para peragawati masuk barulah adegan ludruk yang dibuka dengan dagelan dan adegan demi adegan lakon Sarip mulai disajikan , dialog-dialog lawas alias masih asli masih dilantunkan dengan apik oleh para pemain.

Secara keseluruhan bisa dikatakan pertunjukkan semalam keren. Mulai dari awal datang para petugas petugas parkir yang ramah dan sigap mengarahkan parkir kendaraan, kemudian tim penerima tamu yang ramah ,petugas penunjuk kursi penonton yang mengarahkan pada nomor kursi yang tertera di ticket dan seterusnya ok alias manajemen pertunjukkannya sudah uhui, sehingga semalam mereka tidak saja menyajikan pertunjukkan ludruk saja, tapi juga manajemen pertunjukkan yang baik.

Previously

May Day: Antara Sejarah, Aksi, dan Harapan Buruh

Next

Gamelan Diangkut Orang "Jawa".(Catatan artistik, Besut Jogo Regol- Dewan Kesenian Surabaya).

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement