Wayang Kulit Di Mojokuripan Lakon Seru Bagai Perang Iran Israel.
Jombang, 28 Juni 2025 – Dalam rangka Ruwat Desa Bulan Suro, Dusun Mojokuripan Desa Jogoloyo rutin tiap tahun menggelar pementasan Wayang Kulit. Pementasan rutin bertempat di Makam Eyang Sariyo yang […]
Jombang, 28 Juni 2025 – Dalam rangka Ruwat Desa Bulan Suro, Dusun Mojokuripan Desa Jogoloyo rutin tiap tahun menggelar pementasan Wayang Kulit. Pementasan rutin bertempat di Makam Eyang Sariyo yang masa hidupnya diyakini warga setempat sebagai leluhur pemangku kesejahteraan bumi Mojokuripan. Pementasan semalam suntuk pada 27 Juni 2025 dimainkan oleh Ki Dalang Suyatno dari Bareng.
Sebagaimana umumnya pementesan wayang lulit Jawatimuran, sebelum pementasan diawali Tari Remo sekaligus Campursarian. Sesi ini banyak warga yang nyawer reques Tembang.
Lakon cukup seru. Pertarungan sengit bagai rudal Iran vc Israel. Cerita berawal di Kerajaan yang dihuni bangsa raksasa. Dalam istana Raja Brojodento sedang berembug dengan Brojomusti dan adik lainnya. Adiknya menanyakan kenapa beberapa minggu kok kelihatan galau? Terlihat kalau diam bagai batu, kalau hening bagai air kalau kalut bagai mendung gelayut. Brojodento lalu mengungkap isi hatinya, bahwa Dirinya kepikiran para leluhurnya. Di mana ayahnya Tremboko dulu mati di tangan Pandu, Kakaknya Arimbo juga gugur di tangan Sena anak Pandu. Yang menyayat hati malah kakak perempuannya Arimbi justru mencintai Sena dan menjadi istrinya. Sebab itulah Raja Brojodento ingin membalas agar bisa menjadi Raja di Pringgondani.
Di tengah perbincangan tiba-tiba tiba hadir tamu kenegaraan, yakni Brojolamatan yang diutus Arimbi untuk menanyakan kabar kenapa Brojodento tidak pernah lagi mengunjungi Arimbi kakaknya. Brojodento lalu mengutarakan kekecewaan pada Kakaknya yang sudi diperistri pihak lawan. Dari situlah pergelutan dimulai saling meluncurkan Rudal Balistik dan Nuklir. Tapi Brojolamatan mengingatkan bahwa kejadian lampau tidak perlu disesali. Sebab semua terjadi secara kesatria. Bahwa Bapaknya Tremboko bertarung dengan Pandu justru karena profokasi Sengkuni yang ingin menduduki jabatan Patih. Sedang kakanya Arimbo tewas oleh Sena karena syarat agar Arimbi adiknya direstui terlebih dulu harus mengalahkan Arimbo kakaknya. Semua konflik terjadi secara jantan.
Sambil nonton pertarungan yang sengit, panitia mengedarkan kupon berisi nama, alamat dan tebak judul lakon. Para penontong mengisi kupon yang tebat mendapat hadiah di akhir pementasan. Ini adalah strategi panitia agar penonton betah.
Setelah sesi Goro goro pukul 02.00 dinihari, Ki Dalang mengundi penonton yang tepat menebak lakon wayang kulit. Dipanggil 10 pemenang dari desa sekitar dan mendapat hadiah kaos. Bagi pecinta Wayang Kulit sudah bisa menebak lakon hanya dari beberapa tokoh yang diperankan. Dan lakon yang tepat adalah Gatutkaca Jadi Ratu.
Writer: Sabrank Suparno
Editor: admin







