Home Uncategorized Sumrambah, Car Free Day dan Festival Kampoeng Kalijaring
Uncategorized

Sumrambah, Car Free Day dan Festival Kampoeng Kalijaring

Jombang, 24 Desember 2025 – Tatkala mengucap selamat dan sukses atas terpilihnya Sumrambah ,S.P, M.A.P sebagai Ketua DPC PDIP 2025 – 2030 teringat 13 tahun yang lalu tepatnya tahun 2012. […]

Jombang, 24 Desember 2025 – Tatkala mengucap selamat dan sukses atas terpilihnya Sumrambah ,S.P, M.A.P sebagai Ketua DPC PDIP 2025 – 2030 teringat 13 tahun yang lalu tepatnya tahun 2012. Dimana waktu itu semua komunitas yang ada di Jombang berunding untuk membuat acara festival desa yang akhirnya kami namai dengan Festival Kampoeng Kalijaring 18-20 Desember 2012 mencoba mencari jejak digital di Facebook.

Sumrambah ,S.P, M.A.P atau yang lebih akrab disapa Mas Rambah yang kala itu insyaallah juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Jombang antusias memfasilitasi kami dengan mempersilahkan ruang rapat DPC PDIP Jombang untuk dipakai rapat pembentukan panitia Festival Kampoeng Kalijaring bahkan ikut urun mendanainya. Di rapat inilah maka teman-teman komunitas bergabung : Komunitas Pelukis (Kopi) Jombang, Komunitas sepeda ontel, Komunitas Photografi, Komunitas Teater, Komunitas UMKM dan lain-lain.

Selama 3 hari penuh kami berkegiatan , warga Kalijaring mendukung penuh bahkan sampai menggelar doa bersama sendiri karena waktu penyelenggaraan dilaksanakan  bulan Desember 2012 yang menjadi patron bahwa bulan itu adalah bulan gede-gedene sumber alias berlimpahnya hujan dan berkat keikhlasan semua hujan itu tidak menjadi penghalang kesuksesan acara ini.

UMKM yang disponsori dinas koperasi Jombang pun sukses dengan banyaknya pembeli dan penonton, pertunjukkan kentrung Jatimenok Tembelang pun sukses digelar Cak Nas dan disbudpar kala itu, Bedah Buku “Matahari dari Mataram” 20 Desember 2012 di halaman Al Ihsan Kalijaring didatangi oleh Pak. Yusuf (Dosen UNDAR Jombang kala itu ) ; Cak Afif (Penyunting buku Matahari dari Mataram) ; Ki Wasis (penikmat sastra) ; Cak Fahrudin alm. (penulis dari Surabaya) ; Cak Rahmad Soelarso alm.(penulis dari Jombang) Mbah Thohir (Budayawan) ; Mbak Umi (moderator dari UNHAS Tebu Ireng) ; perwakilan siswi kelas Bina prestasi MTs Al Ihsan Kalijaring, perwakilan siswi MA Al Ihsan Kalijaring dlldi halaman MA Al Ihsan Kalijaring. Pamelaran lukisan di aula Yayasan Al Ihsan Kalijaring pun sukses digelar Cak Eko dan kawan-kawan. Cak Heru Kasi Kebudayaan sekarang sukses dengan karawitannya yang digelar di tengah jalan desa, Cak Fahrudin  (alm) dan Cak Rahmat Soelarso (alm) sukses mungungkap dan menulis serta diskusi sejarah tentang sepeda Legendaris Kalijaring, Mbah Dini tokoh desa yang mampu menciptakan senjata untuk para pejuang kemerdekaan dan juga membuat jarum karena pabrik-pabrik yang dibumihanguskan Jepang , pertunjukkan dan festival teater terbuka tanpa panggung atau kadang disebut dengan teater arena sukses digelar dengan juri yang berbaur menjadi penonton : mbah Catur, Leak, dan Giryadi (alm) di halaman MTs Al Ihsan Kalijaring dengan peserta dari Madura, Tuban,Lamongan Jombang, Surabaya, Bojonegoro , bursa buku di kelas-kelas MI Kalijaring serta pameran purbakala dari BPCB Trowulan pun ikut andil bagian, aksi menanam pohon oleh dinas kehutanan dan dinas sosial.

Dan ini ,pentingnya FGD (Forum Group Diskusi) alias rembug atau cangkrukan adalah munculnya ide Car Free Day (CFD) yaitu pada diskusi tentang sepeda yang diikuti oleh semua komunitas sepeda , setelah kami bersepeda bersama Pak Wijono dan pejabat pemda kala itu dengan berkeliling desa Kalijaring . Pada diskusi itu Inswiardi menjadi moderatornya dengan narasumber dari Jakarta (Komunitas Bike to Work)  yang pada kesempatan itu mengatakan bahwa Jombang perlu adanya penghormatan pada pejalan kaki dan dia mencontohkan ada suatu kota yang memberlakukan kebijakan Car Free Day. Dan dari sinilah kemudian Mas Rambah dan Pak Wijono kala itu mengatakan bahwa mereka akan mengawal sampai ide ini terealisasi.

Demikian sekelumit ingatan saat itu, semoga bisa menjadi motivasi bagi siapapun untuk menciptakan sejarah pada dirinya sendiri dan mohon maaf jika ada yang terlupa. (SyS)

Previously

PCNU Jombang Hormati Hasil Musyawarah Kubro Lirboyo, Dorong Islah Jam’iyyah NU

Next

Dinamika PBNU dan Opini dalam Kehidupan Keumatan dan Kebangsaan

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement