Home Uncategorized Seminar Nasional “Dari Prasasti ke Ruang Publik: Menghidupkan Kembali Situs Munggut di Jombang”
Uncategorized

Seminar Nasional “Dari Prasasti ke Ruang Publik: Menghidupkan Kembali Situs Munggut di Jombang”

Jombang,23 April 2026 -, Yayasan Rebung Pringori bekerjasama Kementerian Kebudayaan serta LPDP Dana Indonesiana menggelar Seminar Nasional bertajuk Revitalisasi dan Pemanfaatan Situs Prasasti Munggut. Acara penting ini berlangsung di Dusun […]

Jombang,23 April 2026 -, Yayasan Rebung Pringori bekerjasama Kementerian Kebudayaan serta LPDP Dana Indonesiana menggelar Seminar Nasional bertajuk Revitalisasi dan Pemanfaatan Situs Prasasti Munggut. Acara penting ini berlangsung di Dusun Sumbergurit, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (22/04/2026).

Rangkaian Kegiatan ini bertujuan : Melestarikan nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam Prasasti Munggut ,Menghidupkan kembali fungsi situs sebagai ruang publik yang edukatif, rekreatif, dan inklusif bagi masyarakat, Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan situs secara berkelanjutan. Mengembangkan potensi situs sebagai destinasi wisata budaya yang mendukung perekonomian lokal. Menjadikan situs sebagai sarana pembelajaran sejarah, arkeologi, dan kearifan lokal bagi generasi muda. Menciptakan ruang interaksi sosial yang terbuka bagi berbagai kalangan tanpa diskriminasi. Mengintegrasikan pelestarian situs dengan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Begitu simpulan dari FGD ( 6-8 April 2026 ) lalu yang dilanjutkan dengan seminar Nasional kali ini.

Ketua Yayasan Rebung Pringori, Suwasis mengatakan “Kegiatan Seminar Nasional ini adalah lanjutan dari FGD yang sudah dilaksanakan 6-8 April kapan hari termasuk penelusuran dan diskusi OPK, sedang lokasi seminar ditetapkan di rumah kepala dusun dengan alasan dekat situs agar tujuan pengenalan, memantik imajinasi pelestarian,pengembangan dan Menciptakan ruang interaksi sosial tepat sasaran. Kemarin ada yang usul lanjutnya ,kalau lokasi bisa di balai desa atau hotel dan saya jawab bahwa yang dikenalkan itu Prasasti Munggut dengan kelebihan dan kekurangannya.

Seminar nasional  menghadirkan deretan pakar epigrafi dan arkeologi nasional, di antaranya:

1.DR. Nini Susanti Tedjowasono (Perkumpulan Epigrafi Indonesia)

2.DR. Titi Surti Nastiti (Badan Riset Inovasi Nasional)

3.Goenawan A. Sambodo (Perkumpulan Epigrafi Indonesia)

4.Rakai Hino Galeswangi (Arkeolog, dosen UII Dalwa, anggota PAEI)

Acara ini juga mengundang oleh Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Anom Antono, Kepala Desa Katemas bersama masyarakat sekitar, juru pelihara situs cagar budaya dari Kecamatan Kudu dan Ngusikan, serta para guru Sejarah dari SMA, MAN, dan SMPN di Jombang.

Para narasumber membawakan materi yang membuka wawasan peserta. DR. Nini Susanti Tedjowasono mengupas tuntas pesan moral Raja Airlangga yang tertuang dalam Prasasti Munggut.

Sementara itu, DR. Titi Surti Nastiti memaparkan tentang “Prasasti Munggut dan Temuan di Sekitarnya”, yang memberikan perspektif baru mengenai kawasan bersejarah tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Jombang, Anom Antono, menyambut gembira penyelenggaraan seminar ini. Menurutnya, kolaborasi antara yayasan Rebung Pringori Jombang, kementerian, dan LPDP sangat strategis untuk memajukan kebudayaan di Jombang.

“Dengan di adakan kegiatan ini para guru sejarah yang menjadi peserta seminar akan menambah wawasan serta pengetahuan tentang prasasti Munggut, ” terangnya.

Para peserta mengaku mendapatkan manfaat besar.Anita Sari, guru sejarah dari SMA Negeri Kabuh, mengungkapkan, “Acara ini sangat luar biasa. Kami bisa mendengarkan langsung dari para narasumber, menambah wawasan, serta meneladani nilai-nilai kepemimpinan Raja Airlangga yang tertulis dalam prasasti ini.”

Hal senada disampaikan Sri Wilujeng, guru sejarah dari SMA Negeri Ngoro Jombang. “Seminar ini sangat bagus. Kami jadi lebih memahami situs-situs bersejarah di Jombang. Semoga acara seperti ini bisa ditingkatkan lagi dan diadakan kembali di masa mendatang,” pungkasnya.

Di sela-sela acara, Goenawan A. Sambodo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemberdayaan ruang publik.

 “Kami mencoba menyamakan persepsi tentang apa, siapa, dan bagaimana Prasasti Munggut saat ini. Ke depannya, prasasti ini tidak hanya berfungsi sebagai cagar budaya, tetapi juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, misalnya dengan menjadikan kawasan ini sebagai desa wisata.”

Sementara itu, Rakai Hino Galeswangi mengapresiasi seminar yang dinilainya istimewa karena digelar di tengah masyarakat dengan suasana guyub.

 “Acara seperti ini jarang terjadi. Yang hadir rata-rata guru muda usia 30-40 tahun, ini sangat bagus untuk meneruskan nilai-nilai leluhur kepada siswa-siswi mereka. Nilai-nilai tersebut mulai luntur di generasi muda, sehingga penting untuk dimunculkan kembali,” tegasnya.

Dengan terselenggaranya Seminar Nasional Prasasti Munggut ini, diharapkan kesadaran sejarah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Jombang umumnya dan masyarakat Katemas khususnya melalui situs budaya dapat berjalan beriringan.

Previously

Resapan Di Balai Pemuda

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement