Home Uncategorized Bekerjasama dengan Dana Indonesiana , LPDP, Kementrian Pendidikan; Rebung Pringori menggelar FGD Revitalisasi Prasasti Munggut sebagai Ruang Publik Inklusif Selama 3 Hari
Uncategorized

Bekerjasama dengan Dana Indonesiana , LPDP, Kementrian Pendidikan; Rebung Pringori menggelar FGD Revitalisasi Prasasti Munggut sebagai Ruang Publik Inklusif Selama 3 Hari

Jombang, 9 April 2026 – Cepat dalam bergerak dan responsif menerima konsep itulah gambaran Anggota DPRD Kabupaten Jombang, Kartiyono dan kepala desa,Suwono ketika Ketua Yayasan Rebung Pringori mengajak kolaborasi berkegiatan sosial […]

Jombang, 9 April 2026 – Cepat dalam bergerak dan responsif menerima konsep itulah gambaran Anggota DPRD Kabupaten Jombang, Kartiyono dan kepala desa,Suwono ketika Ketua Yayasan Rebung Pringori mengajak kolaborasi berkegiatan sosial budaya dengan tajuk Revitalisasi Dan Pemanfaatan Situs Prasasti Munggut Sebagai Ruang Publik Inklusif Untuk Pelestarian Warisan Budaya Dan Pemberdayaan Masyarakat Jombang. Kegiatan ini termasuk dalam kategori Pendayagunaan Ruang Publik, dalam hal ini Yayasan Rebung Pringori Jombang sebagai penyelenggara bekerjasama dengan Dana Indonesiana Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia , LPDP serta Kementrian Pendidikan.

Anggota DPRD Kabupaten Jombang, Kartiyono memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) revitalisasi Situs Prasasti Munggut. Kegiatan yang digagas Yayasan Rebung Pringori bersama Kementerian Kebudayaan RI ini dinilai sebagai langkah nyata dalam mendorong ruang publik inklusif dan pemberdayaan masyarakat Jombang melalui pelestarian warisan budaya.

FGD ini berlangsung pada Rabu (08/04/2026) di Dusun Sumbergurit, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari berturut-turut ini diikuti puluhan peserta, mayoritas ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKH) setempat. Turut hadir pula ,Ketua yayasan Rebung Pringori Suwasis sebagai penyelenggara, Kepala Desa Katemas dan Perangkat Desa Katemas,Pemerhati Sejarah Kabupaten Jombang, Nona Anggota TACB Kabupaten Jombang,serta Jupel Cagar Budaya di Kecamatan Kudu.

Dalam sambutannya, Kartiyono menyoroti pentingnya gerakan akar rumput dalam pelestarian cagar budaya. Ia menilai FGD ini lahir dari kesadaran masyarakat, bukan karena intervensi pemerintah.

“Saya kira event-event seperti FGD semacam ini, bagaimana mengangkat dan melestarikan cagar budaya, itu sangat bagus. Apalagi ini lahir dari komunitas masyarakat dan pegiat budaya. Ini luar biasa,” ujar Kartiyono.

Politisi asal Jombang itu menegaskan bahwa lepas dari campur tangan pemerintah, masyarakat dan komunitas mampu melaksanakan diskusi dengan niat mulia, yaitu mengangkat budaya, tradisi, dan situs agar generasi mendatang lebih mengenal kekayaan lokal.

“Kami dari DPRD sangat mendukung dan mendorong. Saat ini kami sedang memproses tahap akhir Perda Rencana Induk Pembangunan Pariwisata untuk 20 tahun ke depan hingga 2045. Prasasti Sumbergurit ini menjadi salah satu destinasi budaya dalam peta jalan pariwisata Jombang,” terangnya.


Kartiyono mengingatkan agar hasil FGD tidak berhenti pada diskusi. Ia meminta seluruh elemen masyarakat memiliki kemauan bersama untuk mengangkat kekayaan budaya, termasuk Prasasti Sumbergurit.

“Kalau menunggu campur tangan pemerintah, saya yakin akan berjalan lambat, bahkan akan ditelan waktu. Makanya saya mengapresiasi keinginan masyarakat untuk menghidupkan warisan budaya, mengangkat, melestarikan, bahkan menjadikannya potensi ekonomi sebagai feedback bagi warga yang peduli,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemerhati Sejarah sekaligus pegiat budaya, Iinswardi, mengungkapkan rasa syukurnya atas jalannya rembuk warga selama tiga hari. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan hibah dari Kementerian Kebudayaan Indonesia.

“Alhamdulillah, di hari ketiga hasilnya luar biasa. Pertama, muncul keingintahuan warga tentang arti penting prasasti. Kedua, ada informasi dari teman-teman epigrafi terkait isi Prasasti Gurit dan hal kewilayahan. Ketiga, anggota DPRD Jombang siap membantu dialog pengembangan ke depan,” jelas Inswiardi.

Ia berharap adanya rencana tindak lanjut konkret. “Dewan sudah membuka ruang seluas-luasnya. Seluruh komunitas dan lembaga di desa bisa berdiskusi dalam proses perencanaan program kemajuan kebudayaan desa,” ujarnya.

Iinswardi menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan digelar Seminar Prasasti Munggut serta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Prasasti Munggut yang jatuh pada 3 April. “Tanggal pelaksanaan akan ditentukan kemudian,” pungkasnya.

Dengan apresiasi penuh dari Dewan dan antusiasme warga, Situs Prasasti Munggut di Dusun Sumbergurit diharapkan tak hanya dilestarikan sebagai warisan sejarah, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang publik inklusif dan penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya bagi masyarakat Jombang.

FGD ini juga diliput oleh wartawan dari TVRI, matajombang.com serta afederasi.com untuk ikut memperkenalkan pada masyarakat luas.

Previously

Hujan Tak Menyurutkan Semangat, 111 Anak Jombang Tumpahkan Kreativitas di Panggung Pulau Tirta Wisata

Next

Besut “Pulang Kampung” ke Jombang: Bukan Sekadar Pentas, Tapi Ujian Relevansi Ludruk di Era Kini

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement