Home News MASS Seblak Bangkitkan Budaya Intelektual Santri Lewat Festival Literasi 1 Muharram
News

MASS Seblak Bangkitkan Budaya Intelektual Santri Lewat Festival Literasi 1 Muharram

JOMBANG,24 Juni 2026 – Dunia pendidikan hari ini kian dinamis. Hasil ilmu dan pengetahuan yang diserap dari proses pembelajaran di pondok pesantren maupun sekolah, tidak cukup hanya dicetak dalam lembaran […]

JOMBANG,24 Juni 2026 – Dunia pendidikan hari ini kian dinamis. Hasil ilmu dan pengetahuan yang diserap dari proses pembelajaran di pondok pesantren maupun sekolah, tidak cukup hanya dicetak dalam lembaran rapor maupun ijazah. Tetapi juga turut direfleksikan, supaya siswa-siswi dan santri mafhum akan makna dan nilai dari ilmu serta pengetahuan yang didapatkannya.

            Oleh karena itu, dalam rangka memperdalam kemampuan refleksi tersebut, Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak, menggelar Festival Literasi Karya Inspiratif bertajuk Membaca Untuk Mengetahui Menulis Untuk Menginspirasi Hijrah Untuk Memperbaiki Diri. Berlangsung sejak 17-21 Juni 2026 dan bertempat di Aula Lantai 2 MASS Seblak, para peserta dari santri kelas X-XI begitu antusias dan khidmat mengikuti serangkaian kegiatan yang diisi dengan bedah film dokumenter, materi penulisan karya inspiratif, diskusi, sampai pemberian penghargaan kepada 6 santri penulis terbaik.

            Kepala MASS Seblak, Budi Santoso, S.Pd. menjelaskan, kegiatan Festival Literasi Karya Inspiratif ini memang ditujukan untuk mengasah kompetensi berliterasi. Sekaligus memantik tumbuhnya ide dan gagasan yang kritis dan inspiratif dari para santri.

            “Sehingga, dari 6 karya terpilih terbaik dari yang terbaik kami berikan penghargaan khusus termasuk hadiah beberapa buku berkat dukungan komunitas penerbit Boenga Ketjil dan penunjang pembelajaran lainnya. Termasuk setelah ini, seluruh karya tulis dari santri kelas X-XI kami terbitkan menjadi sebuah buku. Tak sampai di sini saja. Kedepan dari pembukuan karya semacam ini akan kita programkan dalam pembinaan khusus literasi. Sehingga hasil karya tulis para santri MASS Seblak akan berjenjang dari kelas X yang menulis kisah inspiratif, kemuidan kelas XI esai dan opini, kemudian nanti di kelas XII akan kita arahkan ke karya tulis ilmiah,” beber Budi Santoso.

            Membenarkan keterangan Budi Santoso, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan yang juga Ketua Pelaksana Festival Literasi Karya Inspiratif MASS Seblak, Muhammad Ridwan, S.Pd. menambahkan, hasil dari karya tulis para santri juga telah ditetapkan sesuai penilaian yang masuk dalam kegiatan kokurikuler.

            “Jadi akan kita bagi berdasarkan beberapa kriteria dan kategori penilaian. Mulai dari 91-100 berkategori sangat berkembang, 81-90 berkembang, 71-80 mulai berkembang, dan 70 belum berkembang. Sehingga dari penilaian ini, pembinaan literasi kedepannya sudah berbasis data dan disesuaikan berdasarkan tiap nilai karya tulis para santri,” imbuh Muhammad Ridwan.

             Sementara itu Guru Bahasa Kelas X MASS Seblak, Lailiyatul Nur Fadilah, M.Pd. menerangkan, menulis inspiratif menjadi tema utama, karena selaras dengan kebutuhan peningkatan kompetensi berbahasa dan penulisan Bahasa Indonesia di pembelajaran intrakurikulernya.

            “Juga bagaimana kami melatih anak-anak untuk bisa memberikan gagasan tentang nilai yang inspiratif dari tokoh yang mereka jadikan sumber idenya. Mulai dari para masyaikh, guru, teman, pengasuh pondok, kedua orangtua, dan juga perjuangan mereka dalam belajar di pondok. Refleksi ini sebagai daya kritis mereka dalam menyimpulkan nilai pesan yang ada dalam para tokoh tersebut,” ujar Lailiyatul Nur Fadilah.

            Guru Bahasa Indonesia MASS Seblak yang juga menjadi pemateri kedua, yakni Masfuchah Hisyam, S.S turut memberikan penegasan kaidah penulisan ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Menurutnya, materi ini penting agar para santri memiliki batasan dan ketertiban berbahasa dalam hal penulisan.

            Selanjutnya, Donny Darmawan, S.Hum. dari editor dan penulis Suarts, memberikan ragam perspektif dan pendalaman ide dalam proses menulis kreatif.  Lewat materi pemutaran dua dokumenter pejuangan guru honorer, nasib pejual dan agen koran di era digital, para santri diajak untuk peka, kreatif, dan kritis dalam mengolah ide dari hal hal kecil.

            “Dari hal-hal kecil dan pendekatan penulisan human interest inilah, nanti para santri akan bisa jernih melihat suatu fenomena kecil di sekitarnya, dan mampu diolah menjadi ie kreatif. Karena pada dasarnya, cerita inspiratif tak selalu dan harus melekat pada sosok besar dan heroik yang tercatat dalam narasi sejarah. Inspirasi bisa tumbuh dari mereka yang memiliki dedikasi pada lingkungan sekitar. Dan ini yang perlu ditanamkan, supaya nanti para santri juga memiliki peluang berkarier di dunia media kreatif digital. Sebagai penulis naskah dan sejenisnya,” kata Donny Darmawan.

            Terakhir, Direktur Bidang Pendidikan dan Madrasah Yayasan Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Hasyim Seblak, Deden Fardan Hamdani, S.Fil.,M.Ag. mendukung penuh kegiatan dan kegiatan literasi di lingkup madrasah Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Seblak.        “Ini penting untuk dirawat dan ditumbuhkembangkan. Selain karena kebutuhan peningkatan mutu pendidikan madrasah, kami juga menjaga marwah tradisi intelektual yang diwariskan oleh masyaikh kami, yakni KH. Maksum Aly yang sudah dikenal sebagai pemikir, penulis, intelektual bidang astrologi di eranya. Maka dengan kegiatan ini, nantinya akan kami integrasikan ke kurikulum sekolah dan pesantren, agar berliterasi menjadi sebuah tradisi intelektual yang mengakar. Termasuk nanti akan kami libatkan komunitas di dalamnya,” tegas Deden Fardan Hamdani.

Penulis : Donny Darmawan

Previously

Gebyar Seni dan Literasi Meriahkan Haflah Akhir Sanah MISS Seblak

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement