Bedah Gurit Prasasti Tengaran, Menyingkap Rahasia Sejarah Lokal Jombang
Jombang, 12 September 2025 — Situs prasasti Tengaran yang biasanya sepi terusik ketenangannya dengan datangnya para guru sejarah dan pegiat budaya dan sejarah pada sebuah acara Bedah Gurit Prasasti Tengaran […]
Jombang, 12 September 2025 — Situs prasasti Tengaran yang biasanya sepi terusik ketenangannya dengan datangnya para guru sejarah dan pegiat budaya dan sejarah pada sebuah acara Bedah Gurit Prasasti Tengaran digelar di Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang Kamis, 11 September 2025. Kegiatan ini dibagi 2 sesi yaitu sesi 1 dengan peserta dari dinas serta lembaga resmi pemerintah sedang sesi 2 malam hari sesudah Isya dengan peserta pegiat budaya dan sejarah serta masyarakat dengan menghadirkan narasumber Rakai Hino Galeswangi seorang Epigraf (ahli membaca prasasti) dan Nona Nur Madina seorang pegiat sejarah ,para pemerhati sejarah dan budaya Jawa, Ketua Komisi Seni Budaya Islam MUI kab. Jombang, Lesbumi PCNU kab. Jombang, perangkat desa Tengaran dengan dipandu oleh host Inswiardi.
Acara ini mendapat perhatian masyarakat setempat, terutama pecinta budaya dan sejarah, karena membahas jejak peninggalan masa lampau yang tertulis dalam prasasti. Gurit Prasasti Tengaran dianggap sebagai salah satu sumber penting untuk memahami sejarah lokal Jombang, terutama terkait peran masyarakat desa dalam dinamika sosial dan budaya Jawa di masa lalu.

Dalam pemaparannya, Rakai Hino Galeswangi menekankan pentingnya menggali kembali nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam prasasti. Menurutnya, prasasti tidak hanya menyimpan catatan peristiwa, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.Untuk itu Rakai Hino mengajarkan pada peserta cara membaca angka dan aksara Jawa Kuno secara singkat dan sederhana untuk membantu masyarakat memahami tulisan dilanjut praktek sederhana pun dilakukan bersama yaitu membaca angka berdirinya prasasti Tengaran dan sejarah asal usul prasasti tersebut.
Sementara itu, Inswiardi selaku host berhasil mengarahkan diskusi dengan hangat, sehingga audiens dapat lebih mudah memahami isi gurit prasasti yang sarat makna.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Jombang semakin mencintai dan melestarikan warisan budaya daerah, sekaligus menjadikannya inspirasi untuk membangun kehidupan yang lebih berakar pada nilai sejarah dan kebudayaan.







