Home News Cegah Stunting di Jombang, Puskesmas Mojowarno Jadi Pilot Projeck SITI ASIK
News

Cegah Stunting di Jombang, Puskesmas Mojowarno Jadi Pilot Projeck SITI ASIK

Jombang – Puskesmas Mojowarno melaksanakan workshop pemberdayaan lansia dalam percepatan penurunan stunting. Workshop tersebut sekaligus menjadikan Puskesmas Mojowarno sebagai pilot project Dinas Kesehatan Jawa Timur dalam penurunan stunting “SITI ASIK” […]

Worksop cegah stunting di Puskesmas Mojowarno. Foto; Capture Youtube
 

Jombang – Puskesmas Mojowarno melaksanakan workshop pemberdayaan lansia dalam percepatan penurunan stunting. Workshop tersebut sekaligus menjadikan Puskesmas Mojowarno sebagai pilot project Dinas Kesehatan Jawa Timur dalam penurunan stunting “SITI ASIK” yaitu, lansia motivasi ASI eksklusif.

Kepala Puskesmas Sri Wahyuningsih MGizi mengatakan, karena Puskesmas Mojowarno, menjadi salah satu puskesmas yang ditunjuk untuk menerapkan Integrited Layanan Primer (ILP) di Kabupaten Jombang.  

’’Kenapa kgiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Mojowaro? Karena Puskesmas Mojowarno menajdi satu dari lima puskesmas di Jombang yang ditunjuk untuk menerapkan ILP, “ kata Wahyuningsih, Rabu, 30 Oktober 2024.  

Wahyuningsih juga mengaku sebagai fasilitator menyusui, yang bertugas membantu masyarakat menjelaskan konsep menyusui, melakukan evaluasi, juga menjelaskan tantangan menyusui ibu dan bayi.

Dalam kegiatan workshop ini, diikuti 20 ibu hamil yang hari perkiraan lahir (HPL) di bulan November. Masing-masing ibu hamil itu didampingi seorang lansia motivator ASI.

Motivator ASI ini merupakan orang terdekat dari ibu hamil tersebut. Karena dengan kedekatan akan membawa kenyamanan dalam berkomunikasi.

Orang dekat tersbut, bisa dari neneknya, tetangganya, kader posyandu, dari organisasi masyarakat seperti Muslimat NU dan Aisyiyah

Stunting yang menjadi program prioritas nasional harus didukung dari berbagai pihak termasuk lansia.

Puskesmas Mojowarno sendiri sudah memliki tiga wilayah desa yang zero stunting. Mojowangi, Gedangan dan Desa Kedungpari.

Wahyuni berharap, dengan keterlibatan lansia, bisa menekan angka stunting di wilayah kerjanya hinngga zero stunting di desa-desa yang  lainnya.

Kegiatan kemarin dihadiri  Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Cicik Swi Antika SKM MKes. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jombang, dr Wahyu Sri Harini MKes. 

Plt Camat Mojowarno M Ronny Afriandie MSi didamping Plt Ketua TP PKK Kecamatan Mojowarno Dr Rika Paur Fibriamayusi MKP.

Dr Wahyu mengatakan, upaya pemberdayaan lansia juga dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan lansia dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Lansia bakal diberikan bekal pengetahuan untuk memberikan pendampingan kepada ibu-ibu muda dalam memberikan ASI eksklusif.

Lansia yang masih aktif dan berdaya, juga akan meningkatkan kesehatannya,’’ jelasnya.

Sementara itu, Cicik Swi Antika berharap, keterlibatan lansia untuk mendampingi ibu hamil dan menyusui diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. ***

Previously

Koalisi CBD et al. Indonesia Ajukan Policy Brief Reklasifikasi CBD kepada DPR dan Pemerintah

Next

Nyatakan Dukungan ke Warsubi-Salman, Warga Rapahombo Lebih Pilih Program Daripada Sembako

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement