Home Uncategorized Dinamika PBNU dan Opini dalam Kehidupan Keumatan dan Kebangsaan
Uncategorized

Dinamika PBNU dan Opini dalam Kehidupan Keumatan dan Kebangsaan

Jombang, 31 Desember 2025 – Di penghujung tahun 2025 ini  matajombang.com mencoba merefleksi tentang Dinamika PBNU dan mencoba merekam opini warga Nahdliyin .Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar […]

Jombang, 31 Desember 2025 – Di penghujung tahun 2025 ini  matajombang.com mencoba merefleksi tentang Dinamika PBNU dan mencoba merekam opini warga Nahdliyin .Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, hingga kebangsaan. Sebagai struktur tertinggi dalam organisasi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi pusat pengambilan keputusan dan arah gerak NU secara nasional. Dinamika yang terjadi di tubuh PBNU kerap menjadi perhatian warga Nahdliyin, karena kebijakan dan sikap PBNU berpengaruh langsung terhadap wajah NU di tengah masyarakat.

Dinamika PBNU tidak dapat dilepaskan dari konteks zaman. Perubahan sosial, perkembangan politik nasional, serta tantangan global seperti digitalisasi dan radikalisme menuntut PBNU untuk bersikap adaptif. Di satu sisi, PBNU berupaya menjaga tradisi keagamaan khas NU yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah; di sisi lain, PBNU juga dituntut untuk responsif terhadap isu-isu kontemporer seperti demokrasi, toleransi, keadilan sosial, dan ekonomi umat. Ketegangan antara menjaga tradisi dan melakukan pembaruan inilah yang sering memunculkan perbedaan pandangan, baik di internal PBNU maupun di kalangan warga Nahdliyin.

Opini warga Nahdliyin terhadap PBNU pun beragam. Sebagian besar warga melihat PBNU sebagai penjaga marwah NU dan pengayom umat, terutama ketika PBNU mengambil sikap moderat dalam isu-isu keagamaan dan kebangsaan. Sikap PBNU yang konsisten mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, dan pluralisme sering mendapat apresiasi karena dianggap sejalan dengan nilai historis NU sejak masa pendirian.

Namun demikian, tidak sedikit warga Nahdliyin yang berupaya bersikap kritis. Kritik tersebut antara lain menyangkut kedekatan PBNU dengan kekuasaan politik, yang oleh sebagian kalangan dianggap berpotensi mengaburkan independensi NU sebagai organisasi keagamaan. Ada pula kekhawatiran bahwa dinamika elite di tingkat PBNU kurang tersosialisasi hingga ke akar rumput, sehingga aspirasi warga Nahdliyin di daerah belum sepenuhnya terwakili dalam pengambilan kebijakan.

Perbedaan opini ini sejatinya mencerminkan kedewasaan warga Nahdliyin dalam berorganisasi. Tradisi musyawarah, kritik, dan dialog merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya NU. Selama perbedaan tersebut disalurkan secara santun dan konstruktif, dinamika antara PBNU dan warga Nahdliyin justru dapat menjadi kekuatan untuk memperkuat organisasi. PBNU dituntut untuk terus membuka ruang komunikasi, sementara warga Nahdliyin diharapkan tetap menjaga loyalitas kritis demi kemaslahatan bersama.

Pada akhirnya, dinamika PBNU dan opini warga Nahdliyin menunjukkan bahwa NU adalah organisasi yang hidup dan terus bergerak. Tantangan ke depan menuntut PBNU untuk semakin transparan, inklusif, dan berpihak pada kepentingan umat, sementara warga Nahdliyin diharapkan tetap aktif mengawal nilai-nilai ke-NU-an agar tetap relevan dan membumi di tengah perubahan zaman. Tetapi masih banyak pula warga Nahdliyin yang sungkan beropini takut kuwalat atau suul adab dan seterusnya. Dibawah ini ada beberapa pernyataan yang dicoba oleh matajombang.com untuk mengetahui seberapa pahamkah mereka terhadap dinamika PBNU serta pendapat mereka.

Mr X ,” Gak aku.mas 😀😀”

“Itu suratan taqdir… pendewasaan, sampun kinodrat… sebagai pelajaran berharga…. intan tetap berlian walau terjebur dalam lumpur “ menurut Luqman seniman budayawan NU kabupaten Nganjuk.

“Belum punya” kata Ki Jenggo seniman budayawan NU Ponorogo.

“ Iya percepatan Muktamar NU ke 35 untuk diagendakan di Ponpes Sepuh di Jatim, kalau pndapat saya . Semoga Ketua PB PERGUNU Prof Dr KH Asep Syaifudin Chalim menjadi Kandidat Rois Syuriah… karena beliau sosok Ulama yang sudah mempuni keilmuannya dan Kyai yang sangat dermawan…beliau juga mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Prabowo Subianto dengan Bintang Mahaputra Nararya “, kata Rekso Aminoto Ketua Garda Walisongo Mojokerto Raya dan juga Ketua PWI LS Mojokerto yang pernah membongkar makam palsu yang berbau Ba’alawi di Desa Kumitir Kec Jatirejo Kab Mojokerto.

Santrikebon,”  Nek urusan NU, aku ngak berani komentar,Iku pertarungan Fiqih ambek adab, Kelas tinggi😀😀😀😀 Kita sejak awal yakin, NU jam’iyah yg didirikan para kekasih, para Auliya, Keberadaannya pasti dijaga. Dinamika organisasi sudah wajar, dan yakin akan jalan penyelesaian.Dan Alhamdulillah sekarang sudah Islah.

Salah satu mantan Pengurus PCNU Jombang mengatakan ,” Kulo pikir di berita berita medsos sampun cekap didamel simpulan sebagai prolog bahwa ini adalah dinamika internal NU

🙏” (SyS)

Previously

Sumrambah, Car Free Day dan Festival Kampoeng Kalijaring

Next

Kemenag Jombang Peringati HAB ke-80, Irup Bupati Warsubi Tekankan Agama sebagai Solusi Bangsa

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement