JCC 2024, Simbol Harmonisasi Budaya Lokal dengan Santri di Jombang
Jombang – Dalam memperingati hari jadi pemerintah Kabupaten Jombang ke-114 dan hari santri nasional ke-9. Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar berbagai acara bertemakan Jombang Culture Carnival (JCC) 2024. Acara belangsung dimulai […]
Jombang – Dalam memperingati hari jadi pemerintah Kabupaten Jombang ke-114 dan hari santri nasional ke-9. Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar berbagai acara bertemakan Jombang Culture Carnival (JCC) 2024. Acara belangsung dimulai dari GOR Merdeka Jalan Gus Dur hingga berakhir di Taman Kebon Rojo, kawasan Kepanjen Jombang.
Acara yang menampilkan berbagai budaya dan seni di Kabupaten Jombang itu, nampak meriah. Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari mengatakan, acara ini merupakan perpaduan budaya yang ada di Jombang dengan budaya santri
“Ini yang menjadi kelebihan Jombang, antara kearifan lokal yang ada dan santri, menunjukkan Jombang sebagai kabupaten yang memiliki banyak potensi budaya, “ kata Wor Windar, Sabtu, 19 Oktober 2024.
Masih kata Windari, sekitar 40 peserta yang terlibat di acara JCC 2024 ini. Peserta mengambil tema sesuai dengan potensi yang ada di tempat masing-masing.
“Sehingga ini yang mendorong minat investor maupun asosiasi pengusha untuk berinvestasi di Jombang, “ ungkap Windari.
Dalam acara itu menampilanm kesenian Besutan hingga menampilkan yang menggambarkan Situs Sendang Made. Besutan di mana diketuhui merupakan kesenian asli Jombang. Dan Situs Made merupakan situs yang berada di lereng pegunungan Pucangan, tempat favorite traveller.
Selain itu juga ada peserta yang menampilkan bala pasukan kerajaan dan juga ogoh-ogoh. Tak ketinggalan pula, para peserta menyuguhkan mobil hias yang disesuaikan masing-masing tema. Penampilan para peserta ini menjadi perhatian warga yang menonton di pinggir jalan.
Melihat hal itu Wor Windari menjelaskan, JCC adalah simbol keharmonisan warga Jombang, meski Jombang sendiri disebut sebagai Kota Santri. Itu menunjukkan, antara budaya lokal dan budaya di Jombang bisa harmonis.
“Simbol keharmonisan itu dari berbagai perbedaaan. Di mana mampu menyikapi keberagaman tanpa memicu konflik dan memperkuat persatuan dengan semangat nasionalisme,” jelas Windari. ***
Writer: Editor
Editor: Pliplo Supriyadi







