MTs Negeri 16 Jombang, Peringati HSN dengan Mengenang Santri Saat Berjuang
Jombang – Setiap 22 Oktober hari santri nasional selalu diperingati. Hal ini sebagai tanda untuk mengenang, bahwa santri juga terlibat besar dalam perjuangan bangsa dan negara. Peringatan itu cukup meriah […]
Jombang – Setiap 22 Oktober hari santri nasional selalu diperingati. Hal ini sebagai tanda untuk mengenang, bahwa santri juga terlibat besar dalam perjuangan bangsa dan negara. Peringatan itu cukup meriah di sekolah-sekolah di Jombang. Seperti yang dilakukan para siswa MTs Negeri 16 Jombang.
Menurut Guru Prakarya MTs Negeri 16 Jombang Siswanto, memperingati hari santri merupakan tanggungjawab bersama sebagai seorang santri. Karena bagaimana pun ketika itu, santri telah terlibat besar dalam perjuangan bangsa ini.
“Saya lihat sudah menjadi tanggungjawab kita ya, memperingati hari santri ini, “ kata Siswanto, Rabu, 16 Oktober 2024.
Tanggungjawab yang dimaksud Siswanto, bagaimana pada saat itu tanpa peran santri bisa saja tidak ada Indonesia, juga tidak ada bangsa ini.
“Bisa saja kita sendiri tidak ada, “ ucap Siswanto sembari tersenyum.
Sebab, lanjut Siswanto, bangsa masih dalam kungkungan penjajah dan hidup dalam penekanan penjajah.
“Dengan peringatan ini, kita, seluruh bangsa Indonesia ini diharapkan mampu mengingat, meneladani serta melanjutkan peran para ulama dan santri dalam mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia, “ jelas Siswanto.
Apa yang dijelaskan Siswanto nampaknya juga dimengerti oleh siswanya. Alfano, misalnya. Siswa kelas 8A MTs Nengeri 16 Jombang ini, sangat senang sekali jika hari santri sudah tiba. Ia bisa berkarya dalam peringatan itu. Setidaknya bikin puisi untuk mengenang para santri yang pada waktu itu telah berjuang demi bangsa.
“Ya, senang. Banyak kegiatan di sini. Jadi tak melulu belajar, “ kata Alfano.
Alfano menjelaskan, tak belajar bukan berarti seluruhnya meninggalkan pelajaran sekolah. Masih ada pelajaran sejarah mengenal siapa santri yang pada waktu terlibat melawan penjajah.
“Seperti mbah Hasyim (KH Hasyim Asy’ari pendiri NU). Beliau santri yang terlibat berjuang, “ ucap siswa berusia 14 tahun ini.
Hanya saja Alfano malu-malu saat ditanya, kapan KH Hasyim Asyaari dilahirkan? Sepontan ia menjawab, tidak tahu.
KH Hasyim Asy’ari lahir pada tanggal 14 Februari 1871. Merupakan tokoh besar Bangsa Indonesia, pendiri Nahdlatul Ulama.
Dalam perjuangan kemerdekaan KH Hadsyim Asy’ari , pernah mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad pada 17 September 1945. Padahal waktu itu Indonesia sudah memproklamirkan diri pada 17 Agustus 1945. Tetapi Belanda pada saat itu masih bercokol di Indonesia.
Hari santri sendiri mulai diperingati pada 22 Oktober 2015, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. ***
Writer: Iqbal Ali Yasin
Editor: Pliplo Supriyadi







