Home News Politik Santun Pasangan WarSa, Undang Simpati Masyarakat Jombang?
News

Politik Santun Pasangan WarSa, Undang Simpati Masyarakat Jombang?

Jombang – Bukan sekadar pernyataan dukungan, yang dilakukan warga Desa Pakel Bareng, terhadap pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Jombang, H Warsubi – Salmanudin Yazid (WarSa). Tetapi warga yang hadir […]

Calon Bupati Jombang H Warsubi di depan massa sedang menyampaikan visi dan misi sebagai Bupati Jombang. Foto; Pliplo S/MJ

Jombang – Bukan sekadar pernyataan dukungan, yang dilakukan warga Desa Pakel Bareng, terhadap pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Jombang, H Warsubi – Salmanudin Yazid (WarSa). Tetapi warga yang hadir di acara Pasar Rakyat WarSa itu,  juga menilai tentang sosok pasangan ini.

Mukhlisin warga desa tersebut mengatakan, pasangan calon Bupati dan wakil Bupati WarSa, sangat baik dalam berkampanye. Setiap kampanye yang ia dengar, tak ada kata-kata yang menjelek-jelekkan lawannya.

“Kaji Warsubi dan Gus Salman selama berkampanye sangat baik. Tidak menjelek-jelekkan pasangan lawan, “ kata Mukhlisin, Selasa, 15 Oktober 2024.

Pria ini juga mengaku, selama PIlkada Jombang berlangsung, tak hanya pasangan WarSa saja yang didatangi. Ia juga datang di tempat kampanye pasangan calon Nomer 1 Mundjidah Wahab – Sumrambah (MuRah).

“Ini saya lakukan hanya sekadar ingin tahu saja, “ ucap Mukhlisin yang nampak berkilah.

Kendati begitu, ia tak menolak jika dikatakan tetangganya, orang tak memilki pendirian dalam menentukan pilihan calon bupati. Bagi Mukhlisin itu sudah merupakan risiko dan wajar tinggal di desa, perbedaan tak selalu mendapat tempat. Itu karena tetangganya tidak tahu apa yang sedang ia kerjakan.  

Mukhlisin yang kemudian mengaku masih kuliah semester akhir di sebuah universitas di Malang. Ternyata sedang melakukan penelitian etika politik warga Jombang, selama pilkada berlangsung. Penelitian itu untuk mengisi jurnal yang ia buat, sesuai kuliahnya sebagai mahasiswa Fakultas Adab.

Penelitian itu Mukhlisin lakukan tak hanya kegiatan dalam kampanye pasangan calon, yang kegiatannya sedang berlangsung sesuai jadwal dari KPU Jombang. Tetapi ia juga melakukan penelitian di media sosial.

Menurut Mukhlisin tak jauh beda, apa yang dilakukan dua pasangan tersebut, baik di kegiatan kampanye di desa-desa maupun di media sosial.

“Yang lebih banyak menyerang itu pasangan nomer 1, yang mengusung nama Murah, “ ucap Mukhlisin.

Hanya saja Mukhlisin tak menyebut, sejauh mana tekanan dinamika penyerangan pasangan Nomer 1 terhadap Nomer 2. Ia menjelaskan bernada wanti-wanti, bahwa dirinya sedang melakukan penelitian. Mungkin kurang tepat jika saat ini diketahui publik.

Begitupun ia tak menyebut saat pemilihan bupati, 27 November 2024 mendatang. Ia lebih memilih diam dulu. Pada saatnya nanti akan menjatuhkan pilihan.

“Sebagai warga negara yang baik, saya akan tetap memilih nanti, “ ujar Mukhlisin.   

Menanggapi hal ini tim kampanye WarSa Mochammad Idris, mengaku tak kaget dengan penilaian warga atas pasangan yang didukungnya. Sejak awal publik sudah melihat sendiri, siapa yang lebih santun dalam berpolitik.

“Mungkin ya, barangkali saya kurang belajar. Berpolitik itu harus mengedepankan kesantunan dan kesopanan, “ kata Mochamad Idris yang biasa disapa Gus idris di kalangan warga Jombang.

Gus Idris berharap, apa yang terjadi sekarang tetap dipertahankan dalam  niat kebaikan. Masyarakat sendiri yang melihat dan menilai.

“Dengan cara itu (santun) barangkali akan menciptakan simpati masyarakat. Yang semula tak mendukung, bisa mendukung. Yang ragu bisa memastikan diri pilih WarSa, “ tandas Gus Idris. ***

Writer: Pliplo Supriyadi

Editor: Pliplo Supriyadi

Previously

Cermin & Semangat Tradisi Kota Santri, Tergambar di Jombang Fest 2024

Next

MTs Negeri 16 Jombang, Peringati HSN dengan Mengenang Santri Saat Berjuang

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement