Musim Tembakau di Jombang Berakhir: Harga Ikut Turun
Jombang – Diperkirakan beberapa hari lagi musim tembakau di Jombang berakhir. Petani kini lebih sibuk memproses tembakau teakhir untuk dijual. Terakhirnya musim tembakau, juga berpengaruh pada harga. Harga tembakau musim […]
Jombang – Diperkirakan beberapa hari lagi musim tembakau di Jombang berakhir. Petani kini lebih sibuk memproses tembakau teakhir untuk dijual.
Terakhirnya musim tembakau, juga berpengaruh pada harga. Harga tembakau musim akhir hanya Rp 25.000 per kilogram.
Prayitno warga Dusun Suco Pengampon Kabuh mengatakan, saat ini harga tembakau kisaran Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.
”Mungkin tembakau terakhir ini. Kualitasnya pun sudah berkurang,” kata Prayitno, Senin, 25 November 2024.
Menurut Prayitno, di tempatnya ini petani yang biasanya dijual daun, pada panen terakhir dijual rajangan. Karena daun tumbuh di samping beda harganya dengan daun panenan awal.
”Orang sini menyebutnya daun sogleng. Karena di samping batang. kualitasnya tentu beda dengan panenan awal, makanya dijual rajangan,” jelas Prayitno.
Biasanya petani cara memetiknya dari pohon dengan cara dirampas, tidak dipetik sesuai aturan kualitas tembakau ketika awal-awal musim.
“Berbeda ketika awal hingga pertengahan panen. Cara metiknya tidak ngawur. Bulan sembilan dan 10 harga rajangan bisa Rp 50.000 per kilogram, “ tandas Prayitno.
Prayitno juga menjelaskan, berakhirnya musim tembakau ini, selain kulitas turun, mungkin Gudang juga sudah penuh.
”Sudah biasa harga turun begini. Tiap tahun. Mungkin Gudang sudah penuh juga, “ ucap Prayitno.
Saat ini, Prayitno sendiri, tinggal memproses petikan tembakaunya terakhir. Apalagi sekarang sudah ganti musim penghujan. Dan harus ekstra dalam perawatan agar tak rusak.
”Seperti penjemuran ini biasanya dua hari, sekarang tiga sampai empat hari baru benar-benar kering,” kata Prayitno.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang Lasiman mengakui, saat ini panen raya tembakau sudah berakhir. ”Sudah selesai semua,” katanya.
Berakhirnya panen raya diikuti dengan harga yang turun. Baik daun basah maupun kering. Itu terjadi hampir setiap tahun.
”Untuk basah rata-rata Rp 2.500 per kilogram, sedangkan janturan kering antara Rp 35.000 sampai Rp 38.000 per kilogram,” tutur Lasiman.
Meski demikian, menurut dia tergantung kualitas tembakau. Karena petikan akhir, sehingga harganya juga cenderung turun.
”Karena yang akhir itu biasanya daun siwil atau semaian daun setelah panen, jadi masih bisa dipanen tapi kualitasnya beda dengan awal panen,” ujar Lasiman. ***
Writer: Rilis
Editor: Pliplo S







