Pengungsi Korban Banjir Kesamben, Mulai Terserang Penyakit: Pingsan dan Gatal-gatal
Jombang – Akibat kurang istirahat, seorang warga korban banjir Dusun Beluk Desa Jombok Kesamben, sempat pingsan. Hal ini disampaikan penanggung jawab Posko Penanganan Darurat Bencana Kabupaten Jombang Senopati Zainudin, Rabu […]
Jombang – Akibat kurang istirahat, seorang warga korban banjir Dusun Beluk Desa Jombok Kesamben, sempat pingsan. Hal ini disampaikan penanggung jawab Posko Penanganan Darurat Bencana Kabupaten Jombang Senopati Zainudin, Rabu (11/12/2024).
Menurut Seno, panggilan akrabnya, warga yang pingsan karena semalam tidak tidur berjaga-jaga rumahnya kebanjiran.
“Yang bersangkutan pingsan. Sudah membaik dan masalah tersebut bisa tertangani. Pengungsi yang pingsan sekarang sudah berkumpul dengan keluarga,” kata Seno.
Bukan hanya pingsan yang dialami para pengungsi korban banjir Jombok ini. Terdapat pengungsi lain, sudah merasakan ketidaknyamanan. Mereka mulai terserang gatal-gatal dan tekanan darah tinggi.
Namun demikian, kata Seno, pihak sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang. Dalam pengecekan Kesehatan tersebut, pihak Dinkes Jombang melakukan secara rutin.
Dinkes Jombang sendiri melalui Puskesmas Blimbing telah menugaskan petugas medis untuk ke lokasi pengungsian.
Ada dua titik pengungsian korban banjir Jombok ini. Pertama di Balai Desa Blimbing dan kedua di Balai Desa Jombok.
Kepala Dusun (Kasun) Beluk Sustyo Budianto mengatakan, banjir yang melanda Dusun Beluk ini sudah memasuki hari kelima.
Ia mengungkapkan, banjir hingga sekarang belum ada tanda-tanda surut, bahkan terus meninggi. Terdapat 334 kepala keluarga yang tercatat di pengungsian di Balai Desa, dari jumlah warga Dusun Beluk 900 jiwa.
“Mungkin ada juga yang ke saudara itu. Tapi kami tetap melakukan koordinasi, “ ucapnya. ***
Writer: Eko Nugroho
Editor: Pliplo S







