Home News Pilbup Jombang, Akademisi Nilai Program Warsubi-Salman Lebih Konkret dan Dibutuhkan Masyarakat
News

Pilbup Jombang, Akademisi Nilai Program Warsubi-Salman Lebih Konkret dan Dibutuhkan Masyarakat

Jombang – Debat perdana pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang yang digelar KPU, pada Sabtu. 19 Oktober 2024. Menambah nilai plus bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Warsubi-Salmanudin […]

Psangan calon Bupati dan Wakil Bupati Warsubi-Salman dalam Debat perdana. Foto : capture youtube

Jombang – Debat perdana pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang yang digelar KPU, pada Sabtu. 19 Oktober 2024. Menambah nilai plus bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Warsubi-Salmanudin Yazid (WarSa).

Penilaian tersebut datang dari akademisi Sekolah Tinggi Islam (STAI) At-Tahdzib Rejoagung Ngoro. Dalam penilaian yang disampaikan Ketua STAI At-Tahdzib Moh Ulumuddin, terungkap bahwa pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Warsubi-Salmanudin yang bisa dipahami masyarakat.

“Pada dasarnya kedua pasangan telah menyampaikan gagasannya dengan baik. Tapi yang lebih mengena di hati masyarakat kok pasangan nomer 2, “ kata Ulum, sapaan akrab pimpinan sekolah tinggi tersebut, Ahad, 20 Oktober 2024.

Menurut Ulum, gagasan yang disampaikan pasangan calon WarSa, lebih dibutuhkan masyarakat saat ini. Ia melihat, masyarakat Jombang sekarang mengalami krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan, mereka butuh pemimpin yang bisa dipercaya dan konkret dalam gagasan.

“Kalau dilihat gagasan WarSa lebih dibutuhkan masyarakat saat ini. Mereka lebih bicara tentang teknis penanganan masalah yang dihadapi masyarakat. Dan pimpinan yang bicara teknis biasanya yang bisa dipercaya, “terang Ulum.

Ulum juga mengatakan, hal ini beda dengan pasangan calon Mundjidah-Sumrambah (MuRah) yang lebih banyak pamer prestasi selama menjabat Bupati dan Wakil Bupati 2018-2024 ini. Pasangan ini tanpa dibarengi indikator dalam menyampaikan gagasannya.

“Ada kesan pamer prestasi yang sampaikan pasangan MuRah, tanpa indikator yang jelas. Mereka hanya diuntungkan sebagai petahana. Namun, jika dibandingkan dengan kota maupun kabupaten sebelah dengan jumlah anggaran yang sama harusnya prestasinya lebih banyak atau minimal sama. Jombang masih kalah jauh dengan Mojokerto atau Kediri,” ungkap Ulum.

Pendapat sama juga disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Al-Aqobah Kwaron, Diwek H. Akhmad Kanzul Fikri. Ia sangat mengapresiasi program pasangan calon WarSa yang fokus kepada membangun kesejahteraan desa.

“Saya mengapresiasi WarSa karena desa merupakan unit terkecil dari struktur sosial yang memiliki peran vital dalam pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial,” papar Gus Fikri, sapaan melekat seorang guru ini.

Gus Fikri sangat paham dengan desa, sehingga ia menjelaskan bahwa desa yang merupakani pusat produksi pangan dan sumber daya alam. Hal itu sangat dibutuhkan warga desa sendiri maupun kota.

“Maka jika nanti pasangan calon WarSa menjadi Bupati dan Wakil Bupati Jombang, kita dorong, agar kehidupan desa dan kota bisa seimbang, “ ujar Gus Fikri.  

Karena itu, lanjut Gus Fikri, dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Orang kota pasti bisa merasakan juga, “ tandas Gus Fikri.

Dengan membangun infrastruktur dan akses layanan publik di desa, jelas Gus Fikri, seperti pendidikan, kesehatan, dan teknologi, penduduk desa dapat meningkatkan kualitas hidup. Hal ini bisa berkontribusi pada peningkatan produktifitas dan kesejahteraan ekonomi Jombang.

“Dari perspektif sosial, kesejahteraan desa dapat menciptakan lapangan kerja lokal, meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengelola sumber daya secara berkelanjutan serta mengurangi kesenjagan sosial,” ucap Gus Fikri.

Kendati demikian Gus Fikri mempertanyakan, program pasangan calon WarSa yang akan menggelontorkan dana bantuan 1 Milyar per tahun untuk desa dan 5 juta pertahun untuk tiap RT  dusun itu. Apakah realistis dari segi pembiayaan yang berkelanjutan?

“Jangan sampai program prioritas tersebut mengurangi perbaikan aspek sosial lainnya yang mesti harus diperbaiki Pemkab Jombang. Seperti pemberantasan korupsi, perbaikan birokrasi, perencanaan pembangunan, pengelolaan SDA (sumberdaya alam), penegakan hukum dan juga implementasi Informasi dan tekhnologi kota Jombang,” harap Gus Fikri. ***

Writer: Yoga Arief M

Editor: Pliplo Supriyadi

Previously

Pilbup Jombang 2024, Surat Suara Tiba Foto Warsubi-Salman Terpampang di Nomor 2

Next

Pilbup Jombang 2024, Dukungan PKL Terhadap Pasangan Warsubi-Salman Semakin Masif

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement