Home Olahraga Turnamen Sepakbola Usia Dini Santri Fest Competition 2024
Olahraga

Turnamen Sepakbola Usia Dini Santri Fest Competition 2024

Jombang – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang Kota melakukan gebrakan. Organisasi kepemudaan ini menggelar pertandingan Turnamen Sepakbola Usia Dini Santri Fest Competition 2024 di Lapangan kampus Darul […]

Sepakbola santri yang digelar Anshor Jombang. Foto: Dok

Jombang – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang Kota melakukan gebrakan. Organisasi kepemudaan ini menggelar pertandingan Turnamen Sepakbola Usia Dini Santri Fest Competition 2024 di Lapangan kampus Darul Ulum pada sabtu dan minggu (9-10/11/2024). Event ini diikuti oleh 16 team per kelompok usia yang terdiri dari berbagai kota, Blitar, Surabaya, Pasuruan Kediri dan kota Jombang.

Dalam upacara opening ceremonial yang penuh semangat dan gembira ini, Dr. Amir Maliki Abitolkha, M.Ag., selaku Rektor UNDAR, secara resmi membuka dengan menyanyikan Indonesia raya dan Yaa Lal Wathan. Lagu Yaa Lal Wathan tersebut kerap terdengar di berbagai acara-acara besar dari Nahdlatul Ulama (NU). “Yaa Lal Wathan” sendiri sudah dikumandangkan sejak 1934.

Disela-sela acara, kata Gatot, sebagai ketua panitia, turnamen ini adalah kedua kalinya diadakan untuk anak usia dini. Berkat kerja sama dengan sponsor dan pendukung yang cinta akan dunia olahraga ini, maka ia akan terus melanjutkan program itu.

“Seperti tahun kemarin ini adalah kali kedua bekerja sama dengan orang tua pecinta sepakbola,” ujarnya. Pasalnya, ini juga adalah salah satu bentuk sumbangsihnya sebagai kader Ansor untuk bagaimana memajukan dan mengembangkan Jombang dalam hal bidang olahraga. “Insyaallah akan terus berlanjut, tiap tahun kita akan adakan,” kata Gatot.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada para orang tua agar anaknya didukung, sebab ia berpikir, ketimbang anak-anak bermain gadget (handphone) di rumah lebih baik di dorong dalam bidang olahraga sepak bola.

“Saya ingin orang tua lebih mendukung anaknya lagi untuk bermain bola, dalam artian fokuskan untuk bermain bola ketimbang main handphone di rumah. Itu saja saya minta, karena tidak bisa dipungkiri kalau tidak main bola pasti main handphone di rumah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa tujuan daripada kegiatan ini adalah bagaimana menggali potensi anak-anak di Jombang dalam bidang olahraga sepak bola. Sehingga dikemudian hari nantinya, ketika ada kejuaraan nasional maupun internasional, maka tidak ada lagi yang namanya pemain yang dibeli, murni anak-anak Jombang.

 Dilain kesempatan, Akhdanil Farikhi sebagai Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Jombang, mengatakan, dengan rutinnya digelar kompetisi sepak bola usia dini akan terjaring bibit pesepak bola yang andal. Bibit muda itu akan menjadi penerus, melanjutkan tongkat estafet pesepak bola senior.

“Selain itu juga akan melatih mental para generasi muda, untuk sejak kecil terbiasa bermain sepakbola dalam sebuah sistem yang terkoordinir dengan baik,” sebut Akhdanil.

Juara di usia U10 yang digelar di hari sabtu mempertemukan Gen B dari Mojokerto dan Persegi dari Pasuruan di final. Laga final itu akhirnya dimenangkan oleh Persegi dengan score 2-0.

Writer: Edy Wahyudi

Editor: Pliplo Supriyadi

Previously

Usai Foya-foya, Pelaku Perampokan di Jombang Dihadiahi Timah Panas

Next

Relawan PKB Jombang Gelar Acara Sambung Seduluran, Sebagai Langkah Konsolidasi Politik

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement