Diguyur Hujan, Ludruk Garingan “Besut Pulang Kampung” Tetap Guyup dan Penuh Tawa
Jombang, 19 April 2026 – Pementasan ludruk garingan yang digelar semalam yang bertajuk “ Besut Pulang Kampung “ berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan deras sebelum acara dimulai. Cuaca yang […]
Jombang, 19 April 2026 – Pementasan ludruk garingan yang digelar semalam yang bertajuk “ Besut Pulang Kampung “ berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan deras sebelum acara dimulai. Cuaca yang kurang bersahabat tidak menyurutkan antusiasme undangan yang tetap berdatangan dan memenuhi lokasi pertunjukan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama, Muhajir serta Kepala Bidang Kebudayaan,Anom Antono. Suasana tambah semarak tatkala undangan dipandu oleh MC untuk tampil spontan (improvisasi) karena dahulu ludruk dilakukan oleh para pemain (actor) dengan gaya improvisasi tentu dengan banyak alasan yang melatarbelakanginya, Pak Muhajir dan Pak Anom mendapat sampur untuk ikut berimprovisasi, Pak Mujahir dengan puisi Jawanya dan Pak Anom dengan kidungannya. Bahkan Pak Anom mendapat sampur lagi untuk ikut berpartisipasi dalam tampilan spontan di atas panggung pertunjukkan ludruk garingan, menciptakan momen hangat dan penuh keakraban bersama para seniman dan penonton.
Selain itu, penampilan stand up komedi dari Cak Ukil serta kidungan khas dari Cak Dian sukses menghibur dan mengundang gelak tawa penonton. Dari total 45 undangan yang disebar, tercatat lebih dari 50 orang hadir, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kesenian ludruk.

Beberapa undangan yang tampak hadir antara lain : LESBUMI PCNU Jombang, OPSHID, Budayawan Muhammadiyah, Komisi Seni Budaya Islam MUI Jombang, TACB, Komunitas Tombo Ati, Penulis Jombang, dll tak kalah Gen Z yang juga hadir dari MTsN 16 Jombang ,SMAN 1 Jombang, MAN 3 Jombang walau beberapa tamu yang membawa jabatan penting yang diharapkan tuk bisa bersinergi dalam memecahkan tantangan kemajuan kebudayaan berhalangan hadir tetapi tidak menyurutkan semangat audien tuk berbagi pengetahuan dengan narasumber ketua Yayasan Rebung Pringori ,Suwasis atau Ki Wasis yang bercerita tentang masa kecilnya bertemu langsung dengan pengamen Lerok ( tokoh Besut yang berbedak tebal dari tepung beras) yang bernama Mbah Rebo serta Budayawan Jombang Nasrul Ilahi atau Cak Nas yang bertutur tentang sejarah Lerok, Besut kemudian Ludruk dengan dipandu Cak Hendry selaku moderator .
Puncak acara ditandai dengan penampilan Cak Meimura yang berkolaborasi bersama Cak Sarip dan Cak Takim. Mereka mampu menghipnotis penonton melalui alur cerita yang ringan, guyup, dan dikemas dengan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami. Interaksi yang cair antara pemain dan penonton menjadikan pertunjukan terasa hidup dan penuh kedekatan.
Secara keseluruhan, pementasan ludruk garingan semalam tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan serta kecintaan terhadap budaya lokal di tengah masyarakat.







