Nyatakan Dukungan ke Warsubi-Salman, Warga Rapahombo Lebih Pilih Program Daripada Sembako
Jombang – Warga Dusun Rampahombo Desa Klitih Kecamatan Plandaan menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang Warsubi-Salmanudin Yazid (WarSa), pada Ahad, 27 Oktober 2024. Seorang warga Jumain […]
Jombang – Warga Dusun Rampahombo Desa Klitih Kecamatan Plandaan menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang Warsubi-Salmanudin Yazid (WarSa), pada Ahad, 27 Oktober 2024.
Seorang warga Jumain mengatakan, dukungan warga terhadap WarSa, kerena melihat program yang disampaikan pasangan ini menarik bagi warga Dusun Rapahambo. Pasal Jumain, Dusun Rapahombo banyak potensi dusun yang perlu diberdayakan, sehingga sangat mudah untuk menciptakan satu dusun satu wirausaha di Rapahombo.
“Nak nggawe satu dusun satu wirausaha. Kanggo wong Rapahombo gampanglah.., “ kata Jumain mengatakan, bagi warga Rapahombo sangat mudah bila menciptakan satu dusun satu wirausaha.
Jumain merasa, program WarSa sangat tepat jika diterapkan di Dusun Rapahombo. Kalau memang pasangan nomor urut 2 ini terpilih dan benar-benar melaksanakan program tersebut.
“La mergo ora tahu diopeni pemerintah kabupaten (Jombang) Rapahombo iki. Sopo sing eroh , “ ujar Jumain mengatakan, karena dusunnya tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Jombang, siapapun tak tahu kalau dusun Rapahombo banyak potensi yang perlu digali.
Dusun Rapahombo sendiri merupakan dusun yang berjarak 30 km dengan Jombang kota. Dan selama Kabupaten Jombang dipimpin seorang bupati dan seorang wakil. Hanya Almarhum Bupati Nyono Suharli Wihandoko yang pernah datang ke dusun itu.
“Sing tahu mrene ya kui Pak Nyono, tahun 2016“ ucap Jumain dengan nada selalu membanggakan dan mengenang.
Sementara itu seorang warga dusun lain Sukadi, juga mengatakan sangat mendukung pasangan Warsubi-Salman yang memiliki semboyan “membangun desa menata kota”. Bagi Sukadi semboyan itu sangat menarik jika benar-benar dijalankan.
“Bagiku warga dusun Rapahombo ini sangat butuh perhatian dari pemerintah kabupaten, “ ucap Sukadi.
Menurut Sukadi, perhatian itu bukan warga diberi sembako dan kemudian pemerintah Kabupaten Jombang sudah merasa memperhatikan.
“Bukan sembako yang dibutuhkan orang Rapahombo. Tapi pendidikan anak-anak yang layak dan akses jalan, “ ucap Sukadi.
Sebagaimana diketahui, untuk menuju Dusun Rapahombo memang belum memiliki akses jalan yang memadai. Banyak persoalan yang warga hadapi jika sedang sakit atau melahirkan. Apalagi guru yang mengajar di SDN Pojok Klitih II yang berada di dusun itu, rerata tak selalu mengajar. ***
Writer: Pliplo Supriyadi
Editor: Pliplo Supriyadi







