Aktivis Pesantren Ramah Lingkungan Hidup Jombang Kecewa atas Dugaan Perusakan Lingkungan di Raja Ampat
Jombang, 11 Juni 2025 – Aktivis lingkungan dari komunitas Pesantren Ramah Lingkungan Hidup Jombang menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap dugaan perusakan lingkungan yang terjadi di kawasan konservasi laut Raja Ampat. Dugaan […]
Jombang, 11 Juni 2025 – Aktivis lingkungan dari komunitas Pesantren Ramah Lingkungan Hidup Jombang menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap dugaan perusakan lingkungan yang terjadi di kawasan konservasi laut Raja Ampat. Dugaan ini mencuat setelah adanya laporan kegiatan ilegal yang diduga merusak terumbu karang dan habitat laut yang sangat dilindungi.
Dari berbagai berita yang bertebaran di media massa, aktivis Pesantren Ramah Lingkungan Hidup Jombang bereaksi. Menurut Ibu Nyai Maftuhah Mustiqowati,S.Ag.M.Pd atau yang sering disapa Ning Ika. Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam Jatirejo Diwek Jombang, tindakan ini sangat merusak upaya pelestarian alam yang telah diperjuangkan berbagai pihak, termasuk komunitas berbasis pesantren yang selama ini aktif dalam edukasi lingkungan.
“Kami sangat kecewa dan prihatin. Raja Ampat bukan hanya warisan Indonesia, tapi juga dunia. Tindakan seperti ini adalah hal yang melukai alam ciptaan Allah SWT, Banyak ayat al qur’an yang menjelaskan tentang larangan merusak alam semesta dan himbauan untuk melestarikan alam semesta.Nah kalau kita yang mengaku insan beragama khususnya muslim ya marilah kita berpikir dan bertindak bijak” ujarnya kepada matajombang.com, Selasa (10/6).
Kami bersyukur dan berterima kasih , di beberapa media online sudah diberitakan bahwa pak Prabowo presiden kita tercinta sudah ikut cawe-cawe menyelesaikan permasalahan ini.” di penutup diskusi kami.
Komunitas Pesantren Ramah Lingkungan Hidup Jombang mengajak semua stake holder pecinta, pemerhati lingkungan untuk bersama-sama menjaga lingkungan tidak saja di Raja Ampat tetapi di sekeliling kita yang paling dekat sehingga kelestarian alam ini bisa dinikmati oleh generasi-generasi yang akan datang.
Writer: Suwasis
Editor: admin







