Home Esai Prasasti Geweg Tengaran Saksi Orisinal Sejarah Mpu Sindok.
Esai

Prasasti Geweg Tengaran Saksi Orisinal Sejarah Mpu Sindok.

Jombang, 10 Juni 2025 – Banyak prasasti yang sudah tidak di tempatnya, prasasti Kudadu contohnya malah disingkirkan penjajah di Kalkuta India, sebagian diusung penjajah Kompeni ke Leiden Belanda. Beda dengan […]

Jombang, 10 Juni 2025 – Banyak prasasti yang sudah tidak di tempatnya, prasasti Kudadu contohnya malah disingkirkan penjajah di Kalkuta India, sebagian diusung penjajah Kompeni ke Leiden Belanda. Beda dengan prasasti Geweg Tengaran yang masih utuh di tempatnya di Desa Tengaran Kecamatan Peterongan Jombang.

Jaman sebelum tahun 1900, Desa Tengaran masih bernama Desa Geweg,. Setelah kemerdekaan masyarakat merubah menjadi Tengeran karena ada batu tetenger atau batu tanda sesuatu yang kemudian menjadi Desa Tengaran yang posisinya sekarang sekitar 100 meter selatan TOL Jombang-Surabaya.

Jaman saya kecil sering melewati prasasti Tengaran tiap diajak Bapak Kasan (alm) ke rumah nenek di Desa Dero Kesamben sekarang Utara jalan TOL. Sawah wilayah Desa Dero berbatas dengan makam tengaran tempat prasasti bercokol. Prasasti Tengaran dari Desa Dero berjarak sekitar 500 meter.

Saya ingat cerita Bapak, bahwa jaman Bapak muda dulu sudah paham jika itu batu ajaib. Pernah Bapak dkk mengambil batu tersebut, digotong ramai ramai dan dipakai umpak musholla. Ternyata pagi harinya batu tersebut sudah hilang dari musholla dan kembali berada di tempat aslinya.

Prasasti Geweg Tengaran berisi kabar tentang Sima, yakni pernyataan Mpu Sindok yang memeberi tanda penghargaan bahwa desa tersebut bebas pajak lantaran penduduk sekitar pernah berjasa membantu Sang Raja. Dalam hal ini, warga setempat pernah membantu Mpu Sindok ketika hendak menyeberangi Kali Brantas dalam rangka menemui anaknya di Gunung Pucangan. Kali Brantas dari Desa Tengaran-Dero berjarak sekitar 4 km arah Utara jika hendak ke Pucangan. Brantas jaman dulu belum ada bantaran atau tangkis, melainkan titik terdalam dari dataran rendah di Jombang yang berbentuk rawa rawa yang dikenal dengan Rawa Majenang. Luas rawa Majenang sekitar 3 km memanjang bersama Kali Brantas dari Kawasan Pacar Peluk Perak, Tembelang hingga Podoroto Kesamben. Kawasan ini adalah pusat aliran air hujan dari dataran tinggi pegunungan Wonosala, Gunung Wilis, pegunungan Nganjuk, pegunungan Kabuh. Aliran air dari pematusan gunung gunung tersebut mencari celah di sepanjang dataran terendah hingga Mojokerto, Krian, Porong dan keluar ke laut. Jika warga membikinkan perahu untuk membantu Raja Mpu Sindok menyeberangi Rama Majenang kama perahu mengarungi rawa seluas 3 km untuk sampai di dataran dekat Pucangan. Maka masuk akal jika diberi penghargaan.

Viks, Mpu Sindok Mendirikan Kerajaan Medang Kamulan Di Tembelang Jombang.

Prasarti Geweg Tengaran bertulis tahun 855 saka atau 933 masehi. Tahun ini selaras dengan Prasasti Anjuk Ladang yang bertulis tahun 928 masehi, selisih 5 tahun. Prasasti Anjuk Ladang berisi tentang Mpu Sindok mendirikan kerajaan Medang Kamulan di Tawlang dan beribu kota I Watugaluh. Tawlang kini menjadi Tembelang Jombang. Persisnya di mana? Medelek. Sebab Gewek Tengaran dengan Tembelang Medelek sekiatr 2 km. Satu pusat hunian pemerintahan Mpu Sindok.

Writer: Sabrank Suparno.Penulis dari Plosokerep Sumobito Jombang

Editor: admin

Previously

Banjir Akibat Hujan Semalaman

Next

Aktivis Pesantren Ramah Lingkungan Hidup Jombang Kecewa atas Dugaan Perusakan Lingkungan di Raja Ampat

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement