Home Esai REFLEKSI HARI GURU
Esai

REFLEKSI HARI GURU

Jombang, 23 November 2025 – Sebelum negara api menyerang, sistem pendidikan kita yang dikatakan jadul dan penghasil generasi yang buruk dibanding dengan negara antah berantah yang ber-ras dari yang sipit, […]

Jombang, 23 November 2025 – Sebelum negara api menyerang, sistem pendidikan kita yang dikatakan jadul dan penghasil generasi yang buruk dibanding dengan negara antah berantah yang ber-ras dari yang sipit, mancung, bule dan lain-lain, yang katanya penghasil generasi berlian tidak hanya sekedar emas. Generasi apel mengatakan bahwa Generasi yang memiliki  kesadaran tinggi akan pendidikan tanpa harus berlama-lama di sekolah dan memiliki IQ di atas standard sedang generasi mancung mengatakan yang penting religius dst, generasi sipit dengan kedisiplinan dan kerja keras.

Maka kemudian para-para ahli atau yang dikatakan pakar dan sejenisnya berbusa-busa dengan dasar pemikirannya yang diperoleh dari negara sono dan sono, berbondong-bondong memberikan arahan agar mengarahkan moncong sasaran bidik mendidik ke arah sini dan sana. Ditatalah kurikulum dan strategi-strateginya ke arah sini dan sana dan lantang berkata kita tembak ke arah itu karena mereka penghasil generasi bermutu. Waktu berganti waktu dan amunisi dipersiapkan hanya sebatas selongsong, diklat dan diklat , workshop dan workshop dan seabreg administrasi pendidikan yang terus dan terus dikerjakan.

Guru sang penembak jitu kebingungan ke arah mana menembak, atau semuanya ditembak toh mereka adalah penembak jitu. Walau mulut kerongkongan dan perut berbunyi krucuk-krucuk tapi mereka didaulat sebagai ahli tirakat yang tidak boleh kaya. Tapi yang perlu diingat adalah popor senjata itu harus diperlakukan ramah, ada hak-hak popor senjata, amunisi pun demikian harus hati – hati walau mungkin bubuk mesiu tak memenuhi standar bahkan mungkin hanya halusinasi tapi kalau tidak maka komnas HAM akan memprotesmu, lembaga-lembaga yang mendaulat ahli akan memantaumu dan mengkritisimu seperti netizen nyinyir di media sosial ,para wali pemegang amanat akan teriak bahkan melapor ke pihak berwajib, di atasmu para panglima menuntutmu kau harus tuntas di 2045 mencetak generasi Emas, tapi gak usah kuatir kemarin target pildun saja dianulir kok bahwa itu hanyalah mimpi kita bersama dan itu adalah pemikiran salah katanya.

Lha terus ?

Tak usah bingung, bahkan statusmu yang mbundeli nyingseti ASN,PNS,PPPK,HONORER,GTT antara itu profesi atau bukan profesi pun tak usah kau risaukan . Yang penting jangan tiup lilin dari anak-anak serta terima kado mereka walau ada materi bersyukur, sodaqoh dll. Itu gratifikasi. Tapi antar ke rumah saja ya hhh itu gurauan Met Ultah Guruku

Penulis : Kiwasis redaktur matajombang.com, ketua yayasan rebung pringori

Previously

Tes Kemampuan Akademik dan Politik Standarisasi Pendidikan

Next

Tasyakuran Gus Dur Sebagai Pahlawan Nasional ; Guru bangsa dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM)

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement