Home News Tasyakuran Gus Dur Sebagai Pahlawan Nasional ; Guru bangsa dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM)
News

Tasyakuran Gus Dur Sebagai Pahlawan Nasional ; Guru bangsa dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM)

Jombang, 24 November 2025 – Beberapa organisasi masyarakat (ormas) di Jombang menggelar tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), oleh Presiden Prabowo Subianto di D’ Java Cafe […]

Jombang, 24 November 2025 – Beberapa organisasi masyarakat (ormas) di Jombang menggelar tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), oleh Presiden Prabowo Subianto di D’ Java Cafe Tirtawisata Jombang Jalan Soekarno-Hatta Jombang milik Cak Muis Sekjen Lesbumi PCNU Jombang mulai jam 19.00 WIB, Sabtu (22/11/2025).
Tasyakuran ini dihadiri koalisi ormas, di antaranya Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ), Aliansi Masyarakat Jombang (AMJ), Forum Lintas Iman, Barikade Gus Dur, PCTAI, Madas, Yayasan Rebung Pringori dan Lesbumi PCNU Jombang. 

Perwujudan tasyakuran ini sebagai wujud terima kasih kepada Gus Dur atas  jasa-jasa Beliau dalam menanamkan dan menjaga nilai-nilai pluralisme, kemanusiaan, dan demokrasi bagi bangsa Indonesia ini.
Hadi Atmaji , Ketua DPRD Jombang menyebut Gus Dur sebagai pahlawan kemanusiaan dan teladan bagi seluruh masyarakat.
“Kami ingin meneruskan perjuangan Beliau dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, keadilan sosial, serta keberpihakan kepada kaum lemah. Wujud cinta dan penghormatan kepada beliau itu diterapkan dalam keseharian,” ujarnya, yang juga menjabat Ketua DPC PKB Jombang.
Koordinator AMJ, Gus Zulfikar Damam Ikhwanto atau Gus Antok, menilai gelar tersebut sangat layak diberikan.

“Dari situ masyarakat Indonesia begitu cinta kepada Beliau. Padahal ia seorang yang pernah menjabat pimpinan tertinggi bangsa Indonesia, namun ia tidak memandang statusnya dan melihat semua manusia mempunyai hak yang sama, Beliau pejuang kemanusiaan sejati,” tuturnya.
Sedangkan Abah Suudi Ketua Lesbumi NU Jombang yang juga sahabat Gus Dur  menyampaikan rasa syukur dan penghormatannya.
“Tasyakuran ini sebagai rasa cinta kami kepada Beliau karena  Beliau merupakan kawan, guru, juga pejuang yang luar biasa terhadap kemanusiaan,” tutur Abah Suudi.

Sebagai penutup Sadad Almahiri yang didapuk sebagai host dan juga salah satu Pengurus Masyarakat Rembug Jombang (MRJ) menyimpulkan bahwa mereka berkomitmen nilai perjuangan Gus Dur, terutama dalam menjaga keberagaman, membela kelompok marginal, dan memperkuat demokrasi di tingkat akar rumput—dimulai dari Jombang, kota yang melahirkan banyak ulama dan pemikir besar harus dikuati.

Previously

REFLEKSI HARI GURU

Next

Kemenag Jombang Fasilitasi “Kembang Aksara Cinta” ;  Malam Puisi MGMP Bahasa Indonesia MTsN dan MAN sekabupaten Jombang

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement