Mangun Situs Perdagangan Era Airlangga di Festival Munggusoyi Sumber Gurit Katemas Kudu Jombang
Jombang, 14 September 2026 — Yayasan Rebung Pringori sukses menggelar Festival Munggusoyi pada Minggu (14/9/2026) di Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Festival yang […]
Jombang, 14 September 2026 — Yayasan Rebung Pringori sukses menggelar Festival Munggusoyi pada Minggu (14/9/2026) di Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Festival yang berlangsung meriah ini merupakan puncak dari rangkaian program pelestarian budaya yang didanai oleh Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan RI kategori pendayaan ruang publik, mengusung tema “Revitalisasi Dan Pemanfaatan Situs Prasasti Munggut Sebagai Ruang Publik Inklusif Untuk Pelestarian Warisan Budaya Dan Pemberdayaan Masyarakat Jombang.”

Kemeriahan festival terasa sejak awal acara melalui kirab budaya mengarak gunungan hasil bumi dan jajanan pasar tradisional. Tradisi ini melambangkan jejak sejarah wilayah Katemas yang pada masa lampau menjadi pusat perdagangan kuno lintas mancanegara, sebagaimana tercatat dalam manuskrip Prasasti Munggut. Usai kirab, suasana khidmat menyelimuti lokasi acara saat prosesi Umbul Dungo yang dipimpin oleh Mbah Njoto tetua adat setempat digelar sebagai bentuk wujud syukur. Acara ini dipandu oleh Anhar Widodo dosen Institut Seni Indonesia Surakarta yang ikut aktif di yayasan Rebung Pringori.
Tak hanya mengulas sejarah, Festival Munggusoyi juga mendorong penguatan ekonomi warga melalui pameran UMKM sederhana yang menampilkan produk jajanan khas masyarakat di sekitar situs. Kebahagiaan warga makin bertambah saat Anggota DPRD Kabupaten Jombang, Kartiyono, memborong jajanan UMKM tersebut dan membagikannya secara gratis kepada para undangan yang hadir.

Gelaran ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Yayasan Rebung Pringori dengan Pemerintah Desa Katemas, Forkopimcam Kudu, dan berbagai pemangku kepentingan.
Sebelum puncak festival ditutup, beberapa sambutan hangat turut disampaikan:
Suwono (Kepala Desa Katemas): Mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya karena desanya menjadi pusat penyelenggaraan kegiatan budaya skala nasional ini ; Ki Wasis (Ketua Panitia / Ketua Yayasan Rebung Pringori): Menyampaikan permohonan maaf dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang mendukung. Secara khusus, ia memberikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Dra. Wor Windari, M.Si., yang secara cepat dan sigap (gercep) memberikan surat rekomendasi kegiatan; Agus Siswoyo (Bidang Kebudayaan Disdikbud Jombang): Hadir mewakili Kadindikbud Jombang yang berhalangan hadir karena agenda di BPK XI Jatim, menyampaikan permohonan maaf sekaligus dukungan Pemkab Jombang terhadap kelestarian cagar budaya; Kartiyono (Anggota DPRD Jombang): Mengobarkan semangat warga tempatan. Ia menegaskan bahwa masyarakat Dusun Sumber Gurit harus bangga dan bangkit karena memiliki warisan leluhur yang luar biasa hebat.
Kemeriahan Festival Munggusoyi ditutup secara anggun dan semarak melalui pertunjukan tari tradisional serta musik campursari persembahan dari pemuda-pemudi Desa Katemas.

Puncak Rangkaian Hibah Dana Indonesiana
Festival Munggusoyi menjadi penutup dari dua rangkaian kegiatan besar yang diselenggarakan oleh Yayasan Rebung Pringori sejak awal tahun 2026:
1. Telusur Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) & FGD (Maret 2026)
- 15 Maret – 5 April 2026: Penelusuran Objek Pemajuan Kebudayaan di Dusun Sumber Gurit, Desa Katemas.
- Senin, 6 Maret 2026 (FGD 1): Rembug warga yang dimoderatori oleh Inswiardi untuk menggali potensi awal Situs Munggut.
- Selasa, 7 Maret 2026 (FGD 2): Pemaparan materi oleh Nona Nur Madina (Tenaga Ahli Cagar Budaya) mengenai rekam jejak Situs Munggut sebagai cagar budaya era Raja Airlangga.
- Rabu, 8 Maret 2026 (FGD 3): Diskusi bersama Kartiyono (Ketua Bapemperda DPRD Jombang 2024–2029 / F-PKB) yang membedah regulasi serta perlindungan hukum cagar budaya daerah.

2. Seminar Nasional Sejarah & Arkeologi
Digelar di halaman rumah Kamituwo (Pakwo), seminar ini dihadiri oleh para guru sejarah tingkat SMP/SMA sederajat (Kemendikbud & Kemenag) se-Kabupaten Jombang serta komunitas pemerhati sejarah. Acara menghadirkan deretan narasumber ternama di bidangnya:
- Dr. Titi Surti Nastiti (Badan Riset dan Inovasi Nasional / BRIN)
- Dr. Ninny Susanti Tejowarsono (FIB Universitas Indonesia, Tim Repatriasi, Penasehat Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia)
- Dr. Goenawan Agoeng Sambodo (Arkeolog senior dari Yogyakarta)
- Rakai Hino Galeswangi, M.Pd. (Sejarawan, Dosen UII Dalwa, Anggota TACB Kota Malang)
Melalui sinergi lintas sektor—mulai dari akademisi, wakil rakyat, dinas terkait, hingga warga desa—Yayasan Rebung Pringori berharap situs dan sejarah Prasasti Munggut tidak sekadar menjadi kenangan masa lalu, melainkan mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Jombang.







