Home News Menciptakan Jarak ; Pelarangan Liputan Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Jombang Tadi Malam
News

Menciptakan Jarak ; Pelarangan Liputan Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Jombang Tadi Malam

Jombang, 6 Maret 2025. Peristiwa kemarin malam merupakan sebuah peristiwa yang membuat tidak nyaman bagi awak media. Seharusnya peristiwa itu merupakan peristiwa yang berbahagia, dimana warga Jombang telah mendapatkan pemimpin […]

Jombang, 6 Maret 2025. Peristiwa kemarin malam merupakan sebuah peristiwa yang membuat tidak nyaman bagi awak media. Seharusnya peristiwa itu merupakan peristiwa yang berbahagia, dimana warga Jombang telah mendapatkan pemimpin baru yang sah. Bapaknya warga Jombang, Pemimpin yang diharapkan bisa memberikan perubahan, mulai dengan jalan yang rusak dan berbahaya bagi pengguna jalan, tempat-tempat wisata Wonosalam yang muram, UMKM yang butuh uluran tangan agar naik kelas, dan lain sebagainya dan awak media selaku penyampai informasi yang ditunggu-tunggu masyarakat Jombang akan memberikan pemaparan dengan baik dan jelas tapi sangat disayangkan adalah malah terjadi pembatasan atau mungkin pelarangan bagi jurnalis yang akan melakukan kegiatan peliputan di acara serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Rabu malam, 5 Maret 2025.

Mufid ketua PWI Jombang yang dihubungi matajombang.com tadi pagi menuturkan,” Saya dicegat tidak boleh masuk di gerbang sebelah selatan gedung DPRD padahal saya ketua PWI Jombang, teman-teman saya yang berjumlah 30 hanya dapat 1 yang dapat izin masuk , kalau alasan tidak muat kan kami bisa di halaman atau di hallroom. kami pun mencoba mengklarifikasi pada Hadi Atmaji ketua DPRD Jombang tentang tentang pelarangan ini.”

“DPRD Jombang harus berbenah dalam keterbukaan publik. Kami wartawan bukan pengemis, yang perlu dibatasi kinerjanya,” ucap Mufid dengan nada geram, yang saya kutip dari suarajatimpost.com.

Menurut penuturan Mufid jurnalis yang bisa masuk di gedung tempat serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Jombang hanya jurnalis yang sudah dibekali stempel Sekretariat Dewan (Setwan) sedang kartu kewartawan dilarang masuk.  

Mengutip Respons Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji soal pembatasan wartawan meliput serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan wakil bupati di gedung wakil rakyat pada Rabu (5/3/2025) malam yang dilansir dari iNEWSMOJOKERTO.ID menurutnya membuat telinga panas. Penyampaian Hadi malah terkesan menyalahkan wartawan dengan menganggap bahwa hal tersebut hanya pemahaman dari wartawan sendiri. Padahal, saat itu sejumlah wartawan yang hendak masuk ke gedung dewan langsung dicegat petugas keamanan di pintu gerbang dengan alasan tidak membawa id card yang dikeluarkan pihak sekretariat dewan.

Writer: Hadi

Editor: admin

Previously

Mengenal Lebih Dekat: Yuliati Nugraheni, Ketua TP PKK Jombang

Next

Sidang Pembacaan Tuntutan Terhadap Tiga Anak Yang Diduga Terilbat Kasus Pembunuhan di Hutan Jati Marmoyo Kabuh Jombang

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement