Home News Menengok Peran Yuliati Nugrahani Istri Calon Bupati Jombang Warsubi: Selalu Munculkan Gagasan untuk Warga
News

Menengok Peran Yuliati Nugrahani Istri Calon Bupati Jombang Warsubi: Selalu Munculkan Gagasan untuk Warga

Jombang – Yuliati Nugrahani, istri calon bupati Warsubi bukan sekadar sebagai pasangan untuk mendampingi suami selama ini. Ia juga memiliki andil besar di atas peran suaminya selama sebagai Kepala Desa […]

Istri calon bupati Warsubi. Yuliati Nugrahani, yang selalu tak ragu menyapa warga saat mendampingi suami dalam kampanye Pilkada 2024 Jombang. Foto : Pliplo S/MJ

Jombang – Yuliati Nugrahani, istri calon bupati Warsubi bukan sekadar sebagai pasangan untuk mendampingi suami selama ini. Ia juga memiliki andil besar di atas peran suaminya selama sebagai Kepala Desa Mojokrapak Tembelang.

Bu Kades, begitu warga di Desa Mojokrapak menyapa, Yuli tak sedikit memliki kiprah ketika Warsubi selama 17 tahun sebagai kepala desa tersebut.

Hal yang paling mencolok, Yuli selalu mengajak warga Desa Mojokrapak utamanya perempuan, harus terlibat dalam segela aspek kegiatan. Perempuan menurut Yuli, tak boleh diam dan bukan sekadar melayani kebutuhan suami di rumah.

Tetapi istri juga harus memiliki peran aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat. Pandangan itu telah Yuli capai selama menjadi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK 17 tahun, mulai 2007 hingga 2024 ini.

Atas peran Yuli tersebut, Warsubi yang duduk sebagai kepala desa, menerima penghargaan terbaik di bidang ketahanan pangan.

Di samping itu pula, Yuli juga menerima penghargaan sebagai penggerak Ibu-ibu PKK, Karang Taruna, ibu-ibu dasawisma. Dia berhasil menyukseskan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Sehingga pada tahun 2013, Yuli menerima penghargaan juara 3 tingkat Kabupaten Jombang sebagai desa terbaik dalam menyukseskan KRPL.

Bagi warga Desa Mojokrapak, peran Yuli inilah yang kadang dirasakan susah untuk dihilangkan, ketika mendengar Warsubi akan mencalonkan bupati Jombang.

Bukan soal mereka tak rela melepas Warsubi sebagai kepala desa. Tetapi rata-rata warga mengaku akan kehilangan kedekatan sosok Yuli terhadap warganya.

Seperti yang diungkapkan warga Dusun Plembon Dwi. Ia mengatakan, bukan berarti tak rela jika seandainya Warsubi jadi bupati Jombang. Dwi malah mendukung dan akan memilih Warsubi-Salman di saat pencoblosan nanti.

Mungkin peran Yuli akan lebih luas sebagai ibu penggerak PKK kabupaten, Dwi merasakan akan kehilangan kedekatan, seperti ketika Warsubi sebagai kepala desa.

“Mungkin itu ya yang saya rasakan.  Bu Kades akan membagi rasa kedekatannya kepada masyarakat lebih luas sebagai Bu Bupati, “ ucap Dwi, Kamis, 21 November 2024.

Tetapi Dwi tetap mengakui, sosok Yuli tak akan melupakan warga desanya. Ia selalu tetap menjaga kedekatan itu. Sebab banyak peran yang Yuli terlibat selama suaminya sebagai kepala desa Mojokrapak.

  • Kesigapan Yuliati Nugrahani dalam memberi bantuan gizi pada balita di Desa Mojokrapak. Foto : Ist

Seorang Inspirator dan Motivator

Melihat kiprah Yuli mastinya sudah memperoleh predikat inspirarator dan motivator dari pemerintah Kabupaten Jombang. Sebab bagi ibu-ibu di Desa Mojokrapak, Yuli sudah memliki peran lebih, sebagai motor penggerak segala kegiatan yang menyangkut pemberdayaan perempuan.  

“Ibu Yuli harusnya bisa memperoleh gelar inspirator dan motivator. Sebab, bagi ibu-ibu dasawisma dan PKK serta karang taruna, ibu yang selalu menyemangati kami. Ibu selalu terjun langsung dalam pembibitan, penanaman, pemeliharaan sampai masa panen,” ujar Sekretaris PKK, Sri Izatul Mukaromah.

Bahkan, lanjut Sri, seorang warga bilang kalau tidak ada Yuli program yang sudah berjalan akan mandeg. Karena Yuli  bukan sekadar mengonsep dalam setiap kegiatan, tetapi juga berperan aktif, turun langsung. Juga memberi contoh dan solusi terbaik jika warga sudah tidak mampu.

 “Itu menjadi salah satu hal yang menyemangati masyarakat. Ya masa Bu Kades sudah turun, kita diam saja? Akhirnya ya semua turut semangat melaksanakan program KRPL,” tambah Sri.

Sri ingat betul di saat ibu-ibu PKK Desa Mojokrapak berhasil menanam dan mengembangan tanaman sayur dan obat-obatan di pekarangan rumah. Saat itu ketua PKK Kabupaten Tjaturina Yuliastuti, istri mendiang Bupati Nyono Suharli Wihandoko, yang juga sudah almarhumah.

Yuli sebagai ketua PKK Desa Mojokrapak tak segan-segan menunjukkan keberhasilan ibu-ibu PKK Mojokrapak. Sehingga waktu itu mendapat sambutan yang luar biasa dari Ketua PKK Kabupaten Jombang.

“Peristiwa ini yang tak bisa kita lupakan. Selalu ingat. Ibu-ibu PKK tentu saja senang, “ ucap Sri.

Sri kemudian membagi cerita, tentang kedua pasangan Pak Kades dan Bu Kades desanya itu. Ia mengatakan, selaras dan itu membuat selama kepemimpinannya, Mojokrapak selalu diwarnai keguyuban.

“Pokoknya Ibu sama Abah itu selalu selaras. Tidak cuma harmonis dalam rumah tangga, dalam mengurus masyarakatnya juga harmonis. Bukan sekedar konco wingking (teman di belakang) tapi sigaraning nyowo (separuh nyawa),” ujar Sri sambil menunjukkan sikap bangganya.

  • Calon bupati Warsubi dan istri Yuliati Nugrahani yang selalu saling menjaga setia dan Yuli bukan sekadar kanca wingking, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan suami. Foto; Pliplo S/MJ

Ciptakan UMKM Srikandi Mandiri Sejahtera

Ide besar Yuli boleh dibilang selalu muncul, ketika mendampingi sang suami, sebagai kepala desa Mojokrapak. Ia selalu memilik kepedulian yang tampak di warga Desa Mojokrapak.

Seperti yang terjadi terhadap pelaku UMKM. Yuli selalu tampil dengan gagasan barunya. Hal ini terjadi di tahun 2022. Ia menggagas kelompok usaha mikro, Srikandi Mandiri Sejahtera (SMS).

Ini dilakukan karena Yuli melihat banyak potensi ibu-ibu Mojokrapak yang memiliki banyak keahlian. Yuli mengajak warga memanfaatkan kripik usus dari perusahaan suaminya, PT Phalosari Unggul Jaya yang kerap berlebih dalam produksi.

Dari situ Yuli membuat pelatihan UMKM guna peningkatan potensi sumberdaya manusianya. Dan sekaligus menyerahkan bantuan fasilitas UMKM. Sebab, ia menyadari usaha ibu-ibu di Mojokrapak banyak dan beragam tapi belum terwadahi.

 “Banyak ibu-ibu yang mencari penghasilan sampingan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Ini terbantu dengan gagasan bu Yuli membuat wadah untuk merangkul pedagang-pedagang kecil,” ujar Luluk Akustiani, yang juga terlibat dalam pengelolaan SMS.

Luluk yang juga Bendahara SMS ini mengatakan, berkat wadah khusus UMKM di Mojokrapak. Banyak hal perubahan peningkatan ekonomi, selain pengetahuan yang diperoleh.

“Banyak ilmu yang didapat dari Ibu Yuli hingga bisa membuat inovasi-inovasi dalam pengembangan produk. Mulai dari pembuatan kue basah, kue kering, keripik usus, sagoon, hingga jamu, “ jelas Luluk.

Terlibat Kelola Sampah

Bukan hanya itu peran yang dijalani Yuli, selama mendampingi Warsubi. Banyak cerita dari warga Desa Mojokrapak, jika Yuli juga terlibat dalam pengelolaan sampah. Sebab menurut warga, mengutip perkataan Yuli, jika sampah tidak terkelola dengan baik akan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Dampak dari pencemaran tersebut pada tanah, air dan udara dan bila terjadi sangat merugikan masyarakat sekitar. Namun jika terkelola dengan baik akan menghasilkan nilai ekonomi yang menguntungkan.

“Bu Yuli kemudian menginisiasi untuk mengelompokkan sampah. Sampah Organik dan Anorganik harus dipisahkan, “ ucap Luluk.

“Organik bisa dikelola menjadi pupuk atau dijadikan maggot, untuk pakan ternak sementara anorganik bisa dirupakan bentuk lain. Misalnya, botol atau galon plastik bisa dirupakan menjadi pot tanaman,” ungkap Luluk.

Luluk juga berharap nanti ada pengembangan pemanfaatan sampah yang lebih besar, jika calon bupati Warsubi berganti menjadi bupati Jombang.

  • Yuliati Nugrahani yang selalu mendampingi suami calon bupati Jombang Warsubi di saat memulai membangun rumah tangga dari nol. Foto : Pliplo S/MJ

Selalu Bersahaja Terhadap Masyarakat

Dalam membangun hubungan dengan masyarakat, Luluk melihat, Yuli selalu menonjolkan kebersahajaanya. Ia tak pernah memandang status sosial di masyarakat.

Hal itu tampak sekali, di kala warga Desa Mojokrapak menggelar hajatan. Menurut Luluk, Yuli selalu mendatangi dan memberi sesuatu sesuai kebutuhan hajatan.  

“Meskipun hajatan itu sudah lewat satu atau dua hari, bu Yuli tetap datang untuk menghormati pengundangnya, “ kata Luluk sambil menyebutkan keterlambatan mendatangi itu biasanya karena kesibukan pada Yuli.

“Begitu juga ketika ada yang meninggal, Ibu dan Abah selalu datang duluan,” ucap Luluk.

Yuli, kata Luluk, juga sosok yang memiliki welas asih sangat tinggi. Kasih sayangnya terhadap warga tak bisa dihitung jari.

Bahkan Luluk sempat melihat sendiri, bagaimana seorang warga sambat soal kebutuhan hidupnya. Yuli segera tergerak hatinya untuk membantu.

“Termasuk membantu ketika ada balita-balita stunting terlaporkan di Posyandu, bu Yuli dengan sigap membuat program pelayanan gizi, “ terang Luluk.***

Writer: Pliplo S

Editor: Pliplo S

Previously

Perlu Warga Jombang Tahu, Segini Gelontoran Anggaran dari Pemerintah Pusat DBHCT 2020-2024

Next

Anjuran Sudinaker Jaksel Abaikan Hak Pekerja: Ada Upaya Union Busting oleh Perusahaan

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement