Pagelaran Ludruk ; Hidupkan Kembali Seni Budaya Jombang
Jombang, 1 Desember 2025 – Pada hari Minggu ,30 November 2025 tampak masyarakat desa Karangpakis kecamatan Kabuh berlalu lalang dan banyak para pedagang UMKM berjajar di sisi jalan kanan dan […]
Jombang, 1 Desember 2025 – Pada hari Minggu ,30 November 2025 tampak masyarakat desa Karangpakis kecamatan Kabuh berlalu lalang dan banyak para pedagang UMKM berjajar di sisi jalan kanan dan kiri ikut meramaikannya dipadu sinar lampu yang terang dan suara musik kereta kelinci serta tawa anak-anak kecil di gerbong-gerbongnya melupakan hawa gerah malam itu.

Matajombang.com mencoba mewawancarai salah satu politisi PKB yang hadir malam itu yaitu Kartiyono atau yang akrab disapa Mas yon yang menjabat Wakil Ketua Fraksi, Anggota Komisi A sekaligus ketua Bapemperda DPRD kab. Jombang mengatakan, “ Intinya pada hari Minggu tanggal 30 November menjadi hari yg sangat ceria dan riang gembira bagi warga masyarakat desa Karangpakis kecamatan Kabuh dan sekitarnya, karena pada hari itu tepatnya Minggu malam Senin mereka mendapatkan Hiburan Gratis .”
Lanjut Mas yon, “ Hiburan gratis dimaksud adalah Pegelaran seni Ludruk yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Propinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Anggota FPKB DPRD Jawa Timur H. Amdad Atho’ilah.”
Pagelaran seni itu di laksanakan di Halaman Balai Desa Karangpakis dan di Dukung Penuh Oleh Pemdes Karangpakis.
Bukan hanya itu pagelaran seni itu juga menyediakan doorprize bagi para penonton, agar semakin membuat penonton semakin merasa bahagia dan gembira.

Turut meramaikan acara hadir pula anggota FPKB DPRD Jombang Mas Yon ( Kartiyono ) dan Eyang Subur ( Pak Subur ) yang juga anggota FPKB DPRD Jombang, bahkan Kartiyono atau yang akrab dengan panggilan Mas Yon ikut nimbrung tampil pada Sesi Dagelan atau Lawakan semakin menambah semarak suasana.
Ketika ditanya ludruk mana yang ditampilkan , Beliau menjawab Ludruk Gaya Taruna yang berasal dari desa Genenganjasem Kecamatan Kabuh itu sendiri.
Usai acara Mas Yon juga menyataan acara seperti ini seharusnya lebih masif di laksanakan agar tidak Kentek’an obor ( tidak punah ) yang kita tahu pada saat ini kesenian Budaya Asli Jombang ini semakin hari eksistensinya semakin terpinggirkan, bahkan nyaris tenggelam oleh Budaya baru yang bahkan tidak tahu asal muasalnya dari mana, seperti yang akhir ini marak gelaran Sound Horeg yang menjadi idola baru masyarakat.

Menurut Mas yon,“Pada dasarnya tidak masalah karena memanga di Era Modern ini Kompetisi di bidang apapun termasuk Kesenian menjadi sesuatu yng sangat terbuka Lebar, jika negara tidak hadir guna Pelestarian Seni budaya Asli yang di wariskan para Nenek Moyang kita akan terkikis habis. Kita tahu Jombang di samping sebagai kota santri juga merupakan pusat Peradaban Seni dan Budaya hal itu di tandai banyaknya kesenian dan Budaya asli Jombang yang pernah jaya pada masanya seprti Ludruk, Sandur, Jaranan , Bantengan dan lain sebagainya yang hari ini nyaris tidak dikenali oleh anak-anak muda khususnya Gen Z. Harapan Mas yon selaku politisi PKB ,” Kedepan Jombang sudah seharunya melakukan upaya untuk pelestarian dan pemajuan Seni dan Budaya asli jombang , banyak model asal ada kemauan tidak perlu biaya mahal tapi bisa berinovasi atau bahkan mencari sponsorship, saya yakin jika itu bisa di lakukan oleh pemkab Jombang banyak multi player efek positif yang akan didapatkan baik potensi ekonomi , bisa menggerakkan UMKM, para pelaku seni dan bahkan akan sangat berpotensi meningkatan kunjungan Wisata Orang Luar Jombang ke Jombang.(SyS)







