Home Daerah Peringati HSN, Sekolah di Wringinanom Gresik Usung Tema Gerakan Bebas Sampah
Daerah

Peringati HSN, Sekolah di Wringinanom Gresik Usung Tema Gerakan Bebas Sampah

Gresik – Dalam peringatan hari santri nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober tiap tahunnya, tentu tak sekadar diperingati dengan cara seremonial belaka. Pemandangan ini nampak terlihat, saat SDIT […]

Siswa SDIT Yaa Bunayya Wringinanom Gresik dalam peringan HSN. Foto : Dok SDIT Yaa Bunayya

Gresik – Dalam peringatan hari santri nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober tiap tahunnya, tentu tak sekadar diperingati dengan cara seremonial belaka. Pemandangan ini nampak terlihat, saat SDIT Yaa Bunayya di Wringinanom Gresik menggelar pameran dan bazar, Jumat, 25 Oktober 2024.

Pameran yang berlangsung di halaman sekolah dengan pentas seni dan diikuti 500 siswa tersebut, diwarnai suasana penuh zero waste.

Kepala Sekolah Jajuk Soerjatiningsih mengatakan, SDIT Yaa Bunayya sengaja membuat tema di HSN tujuannya untuk mengingat bahwa sekolah tersebut sudah berpredikat Adiwiyata.

‘’Hari ini kami bangga bisa menggelar HSN ini dengan tetap memperhatikan lingkungan, saya wajibkan siswa-siswi membawa wadah dan botol minum ketika membeli makanan jadi kita bebas kemasan plastik dan tidak hanya itu penjual juga harus patuh bahwa makanan tidak boleh mengandung 5P (pengawet, pewarna, pemanis, penyedap, dan pengenyal), ’’ kata Jujuk.

Jujuk juga mengatakan, bukan hanya itu pada kesempatan ini juga terdapat kelompok Siswa Peduli Lingkungan (SPILL). Para siswa ini, lanjut Jujuk, memamerkan hasil pengelolaan sampah mereka berupa kompos organik, eco enzyme, kerajinan daur ulang kertas dan berjualan peralatan zero waste.

Sementara itu anggota SPILL Dhania  dalam kesempatan juga mengatakan, ia merasa senang terlibat di kegiatan pameran ini. Kerena, menurut Dhania, bisa mengajak teman-teman lain untuk peduli lingkungan.

‘’Saya senang bisa mengajak teman-teman peduli lingkungan pada HSN kali ini, saya dan teman-teman lain menjual kompos hasil panen kami disekolah, menjual peralatan zero waste seperti sedotan stainless dan sendok kayu dan berkampanye untuk mengurangi penggunaan bungkus plastik’’, terang Dhania.

Dhania pun mengaku penjualan pada saat pameran dan bazar ini cukup laris. Dengan itu membuat dirinya bersemangat untuk mengenalkan cara belanja sabun dengan refill.

“Saya dan teman-teman semangat menjual produk-produk kami, sehingga kami bisa memperoleh 85 ribu rupah selain itu bisa memperkenalkan cara belanja sabun dengan refill kepada teman’’ tutur Dhania dengan bangga.

Siswa SDIT Yaa Bunayya mununjukkan keriangan saat menggelar pameran zero waste dalam peringatan HSN. Foto : Dok SDIT Yaa Bunayya

Tularkan Zero Waste di Lingkungan Sekolah

Sementara itu Manager Edukasi Ecological Observation and Wetland Conservations (ECOTON) Alaika Rahmatullah mengaku menyambut baik kegiatan yang digelar para siswa dari SDIT Yaa Bunayya Wringinanom ini.

Menurut Alaika, melalui program Sekolah Ekologis ECOTON bisa menularkan gerakan zero waste lingkungan sekolah,

‘’Program Sekolah Ekologis yang kami miliki mampu mendorong sekolah menjadi sekolah zero waste, apapun kegiatan yang dilakukan selalu memperhatikan hak-hak ekologis anak dan kesehatan anak, sehingga tercapai masa depan anak yang lebih baik’’, kata Alaika menerangkan.

Dalam acara ini juga dimeriahkan dengan pameran foto kondisi sungai Brantas yang tercemar mikroplastik sehingga bisa menggugah kesadaran siswa untuk tidak membuang sampah plastik ke sungai dan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan zero waste. Mikro palstik dalam dewasa ini sudah mencemari sungai dan banyak masyarakat kurang menyadari.  ***

Writer: Rilis

Editor: Pliplo Supriyadi

Previously

Pasangan Calon Warsubi-Salman, Dinilai Warga Bisa Bawa Perubahan di Jombang

Next

Pilbup Jombang 2024,  Ini Cara Pasangan Warsubi-Salman Tekan Pengangguran

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement