Pilbup Jombang 2024, Ini Cara Pasangan Warsubi-Salman Tekan Pengangguran
Jombang – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang Warsubi-Salmanudin Yazid (WarSa), banyak kalangan menilai memiliki langkah paling realistis dan efektif dalam mengimplementasikan programnya. Salah satu yang nampak bisa direalisasikan […]
Jombang – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang Warsubi-Salmanudin Yazid (WarSa), banyak kalangan menilai memiliki langkah paling realistis dan efektif dalam mengimplementasikan programnya.
Salah satu yang nampak bisa direalisasikan segera setelah pasangan ini terpilih adalah mengatasi pengangguran dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Jombang.
Hal ini disampaikan Juru Bicara WarSa Subaidi Mochtar, dalam kesempatan obrolan bersama wartawan, setelah tim WarSa mendengar pertanyaan warga Jombang tentang program tersebut, Jumat, 25 Oktober 2025.
Subaidi mengatakan, jika setiap desa mendapatkan alokasi anggaran Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar pertahun, tentu tak terjadi defisit dalam APBD Kabupaten Jombang.
“Anggaplah saja di jombang ada 302 desa, total anggaran mencapai 302 miliar rupiah. Dengan total APBD Jombang sekitar 3 triliun rupiah. Itu artinya masih ada sisa dana 2,7 triliun rupiah yang bisa dialokasikan untuk belanja pegawai, infrastruktur, dan kebutuhan lainnya,” jelas Subaidi.
Program ini, lanjut Subaidi, masih bisa untuk dialokasikan sebagai dana memperkuat pembangunan infrastruktur desa. Sebab yang terjadi selama ini kesenjangan pembangunan antara desa dengan kota cukup mencolok di Kabupaten Jombang ini.
“Dengan dana tambahan tersebut, perbaikan jalan desa dan fasilitas lainnya dapat dilakukan tanpa kendala anggaran, “ ujar Subaidi.
Politisi PKB ini juga menjelaskan, program WarSa yang mencakup alokasi dana sebesar Rp5 juta per RT dan Rp1 juta per dasawisma per tahun.
Menurut Subaidi, alokasi ini bukan hanya untuk operasional, tetapi juga memberikan insentif kepada RT, sekaligus membiayai kegiatan masyarakat.
“Seperti perayaan hari besar keagamaan atau nasional, itu akan mengurangi beban iuran warga, bahkan bisa jadi tak terjadi iuran warga, “ ungkap Subaidi.
Tentu dalam hal ini, lanjut Subaidi, bukan pemerintahan desa saja yang menjadi fokus implementasi program pasangan calon WarSa, jika terpilih nanti. Program ini juga akan terimplementasi di empat kelurahan, Jombatan, Kaliwungu, Kepanjen, dan Jelakombo.
“Meskipun tidak menerima Dana Desa, kelurahan akan mendapat jatah yang sama sesuai dengan kebutuhan dan aturan yang berlaku,” terang Subaidi.

Juru Bicara WarSa Subaidi Mochtar. Foto : Pliplo S/MJ
Pembinaan Wirausaha Dusun
Selain itu Subaidi juga menjelaskan, skema strategis dalam menciptakan lapangan kerja dengan mendirikan balai latihan kerja.
Menurut Subaidi, balai latihan kerja didirikan dengan tujuan untuk melatih lulusan baru, baik dari sekolah maupun kuliah, guna membentuk wirausahawan lokal.
“Dalam satu dusun, kami targetkan ada satu wirausahawan yang berkembang berdasarkan potensi daerah, baik itu pertanian, ekonomi kreatif, atau sektor lainnya,” jelas Subaidi.
Dengan pembinaan ini, kata Subaidi, potensi desa akan terkelola secara optimal. Pasangan WarSa juga berencana bekerja sama dengan pihak ketiga untuk membantu pengembangan SDM dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.
Masyarakat yang berhasil mengembangkan usaha dapat dibantu melalui fasilitas kredit bersubsidi seperti KUR atau KURDA untuk mendukung pertumbuhan usaha.
“Tujuan utama program ekonomi WarSa adalah mengurangi pengangguran, mengentaskan kemiskinan, dan menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya,” ungkap Subaidi. (*)
Writer: Editor
Editor: Pliplo Supriyadi







