Home News Ternyata Bapak Proklamator Lahir Di Ploso Jombang.
News

Ternyata Bapak Proklamator Lahir Di Ploso Jombang.

Sebagai pemateri pertama Dikusi Jejak Bung Karno Di Jombang yang bertempat di Gedung Kominfo Jalan Pattimura 92 Jombang, Binhad Nurrohmat mempresentasikan perbandingan buku buku yang berkaitan dengan Biografi Bung Karno. […]

  1. Kajian Buku Biografi Soekarno.

Sebagai pemateri pertama Dikusi Jejak Bung Karno Di Jombang yang bertempat di Gedung Kominfo Jalan Pattimura 92 Jombang, Binhad Nurrohmat mempresentasikan perbandingan buku buku yang berkaitan dengan Biografi Bung Karno. Menurut Binhad Nurrohmat, buku yang paling lawas adalah Soekarno Sebagai Manusia yang ditulis oleh Im Yang Tjoe. Buku ini terbit di Sala tahun 1933. Buku ini tidak jelas nara sumbernya dan dinarasikan mirip novel dengan bahasa Melayu Pasar. Konon Im Yang Tjoe adalah orang seangkatan dengan Bung Karno di Penjara Suka Miskin Bandung. Adapun buku buku biografi Soekarno yang terbit setelah tahun 1933 hanyalah buku yang isinya copy paste Im Yang Tjoe. Buku Im Yang Tjoe terbit ulang tahun 2008 dengan pemutakhiran gaya bahasa oleh Peter A Rohi dari bahasa aslinya Melayu Pasar.

Tambahan data mengenai Soekarno muncul pada tahun 1966 dalam Buku Bung Karno Putra Fajar yang ditulis oleh Solichin Salam. Buku ini penting meskipun kurang populer sebab menyebut orang yang membantu proses persalinan ketika Soekarno lahir, yakni Surosentono. Setelah ditelisik ternyata Surosentono adalah warga Kabuh yang tak jauh dari Ploso.

Selain Buku Putra Fajar, kelahiran Soekarno mulai dikaitkan dengan Ploso dalam Buku Ibu Bangsa yang ditulis oleh Tajul Rizal.

  1. Observasi Ke Rumah Kelahiran Bung Karno Di Ploso.

Selain mengurai buku buku biografi Soekarno, Binhad Nurrohmat juga menampilkan foto foto kunjungan langsung ke lokasi Rumah Kelahiran Bung Karno.

Selama kunjungan berkali kali ke lokasi, Binhad Nurrohmat bertemu dan wawancara dengan orang orang yang mempunyai informasil langsung terkait masa kecil Bung Karno, rumah yang pernah dihuni Soekeni ayah Soekarno serta sekolahan desa tempat Soekeni mengajar di Ngelo-Rejoagung Ploso Jombang.

Dalam kunjungannya Binhad Nurrohmat menemui Pak Kasri (lahir 1936) dan Pak Agung, kedua orang ini pernah diberitahu oleh Mbah Joyodipo (alm) yang wafat tahun 1970-an bahwa Soekarno lahir di rumah yang dihuni oleh Soekeni dan Soekeni mengajar di Sekolah Desa yang tak jauh dari rumahnya. Sekarang Pak Kasri menjadi juru kunci makam MbahJoyodipo sedang Pak Agung menjadi Kepala Desa Rejoagung.

  1. Arsip Soekarno Di Jaman Jepang.

Faisol Selaku dokumentator foto jadul juga menemukan arsip berupa Portofolio formulir pengisian data pribadi. Jaman pendudukan Jepang, semua tokoh di Jawa disuruh mengisi biodata diri termasuk Mbah Hasyim As’ari dan Wachid Hasyim. Yang menarik dari fornulir yang diisi oleh Soekarno di bagan bagian bawah Soekarno menulis keterangan tambahan, “Moela moela sekolah di Ploso, lalu ke Sidoarjo, lalu ke Mojokerto.”

  1. Tes Karbon Ari Ari Bung Karno.

Ketika warga sekitar rumah kelahiran Soekarno pernah mendengar cerita tentang ari ari Soekarno beserta posisi ari ari tersebut dipendam, ini memungkinkan labih jauh dilakukan tes karbon kebenaran.Tapi ada pihak yang meragukan dengan alasan Pak Soekeni menerapkan tradisi Mangkunegaran di mana ari ari jabang bayi tidak dipendam melainkan dilarung ke laut. Dalam kontek Rumah Kelahiran Soekarno, entah dipendam atau dilarung ternyata ada yang bercerita perihal ari ari Soekarno sebagai kesaksian jaman Living Legend dalam prosedur penetapan sejarah.

Di Jombang sebagai wilayah pedalaman yang jauh dari laut, rata rata memendam ari ari bayi di samping kanan rumah jika bayi lk dan samping kiri rumah jika bayi pr. Agak detailnya pendaman ari ari dipasang kurungan dan damar oblek atau lampu yang dinyalakan jika malam. Ari ari dimasukkan kendil dikasih bunga dan garam termasuk dom bolah, jarum yang sudah dipasang penang persis hendak menjahit. Dom bolah dimaksudkan agar kelak jabang bayi menyibak masa depan namun tetap tidak melupakan ekornya yang panjang sebagai masa lalunya. Dom bolah sekar suruh kembang bao.

Waktu saya kecil pernah mendengar Kiai Harun alm Ngrumek Sumobito Jombang kultum subuh yang mengulas perihal ari ari dari 5 anaknya. Kiai Harun ujicoba memendam 3 ari ari anaknya dan 2 ari ari dilarung ke sungai. Sebab menurut cerita orang Jawa, jika ari ari dipendam kelak anaknya tidak pergi jauh, tidak suka merantau dan nganut bokonge ibukne. Sementara jika ari ari dilarung kelak akan menjadi anak yang sobo paran jembar jangkauan hidupnya. Setelah 5 anaknya berumahtangga, Kiai Harun mendapati fakta terbalik dari kelima anaknya. Yang ari arinya dilarung ke sungai justru anak tersebut tidak hobi merantau sementara yang ari arinya dipendam justru pernah ke Kalimantan.
Ari ari Soekarno bagimana?
Jombang jauh dari laut. Biaya ke pantai Tuban apalagi pantai selatan cukup lumayan. Apalagi Soekeni berkali kali hidup pindah.

  1. Kabar Jum’at Berkah Jasmerah.
    Setelah digelar diskusi perihal Rumah Kelahiran Soekarno pada Rabu 5 Juli 2024 di dua tempat: (1) Di Gedung Dinas Kominfo Kabupaten Jombang (2) Di Bekas rumah Pak Soekeni (ayah Soekarno) di Ngeluh Rejoagung Ploso Jombang, kabarnya Tim TACB Ahli Cagar Budaya Jombang pada Jumat 7 Juni 2024 menggelar pertemuan. Pertemuan yang lambat tapi bagus untuk Jangan Melupakan Sejarah.

Lantas bagaimana dengan Rumah Bung Karno yang sudah diresmikan di Surabaya?

Santai saja. Surabaya juga paham Jasmerah. Surabaya juga tidak mau menanggung kebesaran yang lemah semacam disuguhi roti basi. Semisal dulu belum ada aturan bahwa untuk menetapkan situs dll harus terlebih dulu melakukan dasar kajian ilmiah. Di Surabaya tidak ditemukan rumah lahir coernya Soekarno, ari ari, dukun bayi, cerita orang orang yang sejaman dengan masa kecil Soekarno. Surabaya pasti menJasmerahkan Jombang meskipun yang dulu mencanangkan di Surabaya adalah pihak partai tertentu.

Writer: Sabrank Suparno. DiskusiJejakBungKarnoDiGedungDinasKominfoJombang5Juni2024.

Editor: admin

Previously

Hari Lingkungan Hidup Sedunia Vs Diduga Kasus Perusakan Ekosistem Raja Ampat

Next

Banjir Akibat Hujan Semalaman

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement