Home Esai Hari Lingkungan Hidup Sedunia Vs Diduga Kasus Perusakan Ekosistem Raja Ampat
Esai

Hari Lingkungan Hidup Sedunia Vs Diduga Kasus Perusakan Ekosistem Raja Ampat

foto diambil dari google

Jombang, 5 Juni 2025 — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini (2025) diperingati pada Kamis, 5 Juni 2025, mengusung tema global “Hentikan Polusi Plastik” (“Ending Plastic Pollution®”) sesuai arahan UNEP dan sejalan dengan target nasional pengelolaan sampah. Tema ini menjadi pengingat sekaligus seruan untuk bersama-sama mengatasi krisis sampah plastik yang semakin mendesak.

Tetapi ada peristiwa unik, kontradiktif ,dan memalukan yang membuat prihatin yaitu diduga terjadi perusakan ekosistem laut di Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang dikenal sebagai salah satu surga biodiversitas laut dunia.

Tiga aktivis Greenpeace dan seorang perempuan asal Papua ditangkap polisi usai menggelar protes di acara Konferensi Nikel Internasional.(4 Juni 2025 | 11.00 WIB)

Mereka membentangkan spanduk dan menyuarakan kritik terhadap dampak hilirisasi nikel yang dinilai merusak lingkungan serta memicu konflik sosial di sejumlah wilayah. 

Organisasi lingkungan, aktivis, dan masyarakat adat menyerukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang merusak terumbu karang dan kawasan konservasi di Raja Ampat.

Baru-baru ini, dilaporkan adanya aktivitas ilegal berupa penambangan pasir laut dan pencemaran dari kapal-kapal besar yang melintas tanpa izin, merusak struktur karang yang telah terbentuk selama ratusan tahun.

Dilansir dari detikFinance, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan tambang tersebut. Dia juga akan memanggil para pemegangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Raja Ampat.
“Nanti saya pulang, saya akan evaluasi, saya ada rapat dengan Dirjen saya, saya akan panggil pemilik IUP mau BUMN atau swasta,” kata Bahlil di acara The 2nd Human Capital Summit 2025 di Jakarta, Selasa (3/6/2025).
Sementara KLH akan menurunkan tim untuk meninjau langsung lokasi tambang nikel tersebut. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengaku sudah mendapat informasi terkait adanya sorotan masyarakat.
“Insyallah dalam waktu segera saya akan berkunjung ke Raja Ampat melihat langsung apa yang digembor-gemborkan media dan masyarakat. Kami segera ke sana,” kata Hanif di Pantai Kuta, Badung, dilansir dari detikBali, Kamis (5/6).
“Ini ironi. Saat dunia merayakan Hari Lingkungan Hidup, alam kita justru terus dirusak demi kepentingan ekonomi jangka pendek,” ujar Maria Lesmana, juru kampanye lingkungan dari Koalisi Laut Lestari.

Butuh kesadaran, kejujuran bersama seluruh stake holder agar kepedulian lingkungan bukanlah jargon atau omdo (omon-omon doang) tapi aksi nyata kita , jangan sampai terjadi bencana alam dulu baru menyadari kesalahan kita. Allahumma anṣurnaa min kulli balaa’ artinya, “Ya Allah, lindungilah kami dari segala malapetaka”.

Writer: Suwasis

Editor: admin

Previously

Kemana Perginya Emha (Cak Nun)?

Next

Ternyata Bapak Proklamator Lahir Di Ploso Jombang.

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement