Akui Calon Bupati Jombang Warsubi Sosok Inspiratif, Warga Rapahombo Lakukan Penggalian Potensi Desa
Jombang– Pemilihan kepala daerah Kabupaten Jombang tinggal menghitung hari. Aroma perubahan di kabupaten tersebut mulai terasa. Ekonomi rakyat mulai ada detik-detik menggeliat. Hal ini terjadi pada warga di pedalaman Jombang […]
Jombang– Pemilihan kepala daerah Kabupaten Jombang tinggal menghitung hari. Aroma perubahan di kabupaten tersebut mulai terasa. Ekonomi rakyat mulai ada detik-detik menggeliat. Hal ini terjadi pada warga di pedalaman Jombang ini. Dusun Rapahombo tepatnya. Dusun yang berada dalam Pemerintahan Desa Klitih Kecamatan Plandaan. Saat ini warganya sedang menggali potensi desa.
Menurut warga dusun tersebut, Juma’in, saat ini warga Rapahambo sedang melakukan pengumpulan data menggali potensi yang ada. Mencatat dan menyusun potensi yang bisa didayagunakan ketika nanti pasangan calon bupati dan wakil bupati Warsubi-Salman, memegang pemerintahan kabupaten Jombang.
“Ya mencatat saja. Seperti di sini kan banyak ditumbuhi gadung, pisang, secang dan banyaklah, “ kata Juma’in dalam Jawa yang terkutip di-Indonesia-kan untuk pembaca luar Jawa, Rabu, 20 November 2024.
Juma’in tak sendiri dalam menggali potensi tersebut. Ditemani Yanto untuk pemetaan kebutuhan pasar kripik gadung, saat itu. Bahkan ia melakukan komunikasi aktif dengan warga Kesamben Arief Wibisono, yang biasa disapa Sinyo.
“Ini mas Sinyo yang mengajari. Kita hitung dalam satu hari itu kita mampu produksi berapa kripik gadung. Seperti yang pernah dilakukan mas Sinyo, saat membuat kripik pisang di sini, “jelas Juma’in.
Sinyo warga Kesamben tersebut, memang pernah terlibat pendampingan warga Rapahombo. Ketika warga dusun tersebut butuh pengetahuan mengelola dusun di permukiman tengah hutan.
Hasilnya sekarang, warga seketika mampu proaktif ketika di Jombang akan terjadi perubahan dengan kepemimpinan Warsubi-Salman.
Apalagi calon bupati Warsubi pernah mengunjungi dusun tersebut, pada Ahad, 3 November 2024 lalu. Langsung mendapat sambutan warga, bukan sekadar dielu-elukan. Tetapi juga Warsubi telah menjadi sosok inspiratif warga dusun yang jauh dari peradaban kota itu.
Warsubi menurut Yanto, sosoknya inspiratif. Ia begitu melihat Warsubi dan menjelaskan program kepada warga Rapahombo. Yanto langsung merespon positif dengan program yang Warsubi gagas.
“Satu dusun satu wirausaha…, “ ucap Yanto menirukan ucapan Warsubi
Bagi Yanto program inilah yang memantik dirinya mau menggali potensi desa yang ada di dusunnya. Potensi desa ini akan menumbuhkan UMKM naik kelas, sebagaimana program pasangan calon bupati dan wakil bupati Warsubi-Salman.
Tinggal bagaimana nanti tim peneliti yang akan melakukan eksplorasi dan verifikasi potensi sumberdaya desa yang ada di Dusun Rapahombo.
“Itu nanti ada tim dari Yayasan Rebung yang akan membantu meneliti semua ini, “ ungkap Yanto.
Yanto sempat berpikir, bila program pasangan calon Warsubi-Salman terealisasi dengan baik. Dusun Rapahombo akan menjadi dusun, secara konsep mulai dari hilirisasi, hulunisasi dan komersialisasi akan tercipta secara simultan.

- Warga Dusun Rapahombo menggelar upacara kali pertama berupacara dalam peringatan HUT 77 RI pada 17 Agustus 2022. Foto : Jalaluddin Hambali
Manfaatkan Kotoran Ternak
Selain sumberdaya alam, di Dusun Rapahombo juga melimpah dengan sumberdaya hewan. Sebab dusun yang dihuni 184 hak pilih tersebut, rata-rata warganya sebagai perternak individu, selain pesanggem di hutan kawasan KPH Jombang.
Satu kepala keluarga minimal memilik 3-8 ekor sapi. Begitu juga kambing, satu kepala keluarga beternak 15-20 ekor.
Ternak-ternak itu dikandangkan di pinggir-pinggir rumah. Tentu saja membawa pemandangan dan aroma kotoran hewan, terlihat dan tercium. Tak terkelola dengan baik, sehingga kotoran hewan itu tampak berserakan.
Memanfaatkan kotoran hewan ini, kata Sinyo, pernah menjadi gagasan untuk dilakukan warga Rapahombo. Karena banyak pemberitaan sebagai produk illegal, warga di sini tidak ada yang berani.
“Saat itu sudah mau kita lakukan. Tapi kemudian kita pertimbangkan. Karena ada yang bilang melanggar hukum kalau kita kemasi sebagai pupuk, kemudian kita jual , “ ucap Sinyo.
Karena itu Sinyo berharap, ada tim yang mau melakukan penelitian kapasitas kotoran hewan di Dusun Rapahombo ini. Agar pemerintah daerah Jombang mendukung soal legal formalnya.
Sementara itu juru bicara Yayasan Rebung PringOri Mojokrapak Jombang Mursyidi mengatakan, langkahnya bersama warga Dusun Raphombo ini merupakan tantangan. Karena yang ia lakukan sebagai langkah jemput bola.
“Artinya kita mempersiapkan diri dulu. Jemput bola jika nanti Abah Warsubi dan Gus Salman memimpin Jombang. Kita sudah siap dengan segala potensi yang ada, “ ucap Mursyidi.
Mursyidi juga akan segera melakukan penelitian potensi yang ada di dusun tersebut. Mengobservasi potensi yang ada dengan metode kualifikasi dan kuantifikasi.
“Kita akan melihat berapa banyak yang dibutuhkan, juga kualitas-kualitas potensi. Kalau pangsa pasar yang dihasilkan dari Rapahombo kita sudah siap, “ tandas Mursyidi. ***
Writer: Pliplo S
Editor: Pliplo S







