Guru Inspiratif Akhyak Gelar Pameran Lukisan Pasir Tunggal untuk Galang Donasi bagi Korban Bencana Aceh dan Sumatera
Jombang, 8 Desember 2025 – Dalam upaya menunjukkan bahwa kepedulian dapat disampaikan melalui berbagai medium, seorang guru kreatif bernama Akhyak sukses menggelar pameran lukisan pasir tunggal yang memukau dan sarat […]
Jombang, 8 Desember 2025 – Dalam upaya menunjukkan bahwa kepedulian dapat disampaikan melalui berbagai medium, seorang guru kreatif bernama Akhyak sukses menggelar pameran lukisan pasir tunggal yang memukau dan sarat pesan kemanusiaan. Pameran ini digelar sebagai bentuk aksi solidaritas untuk membantu korban bencana alam yang terjadi di Aceh dan Sumatera.

Bertempat di sebuah aula terbuka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang dengan Alamat di Jl. Bupati R. Soedirman, Jombang, pameran tersebut berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung dari berbagai kalangan—pelajar, seniman, komunitas sosial, hingga masyarakat umum. Deretan lukisan pasir yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan kemampuan teknis Akhyak, tetapi juga menggambarkan kepekaan sosial yang tinggi.

Setiap karya mengangkat tema yang berbeda, mulai dari tokoh politik, tokoh NU, satwa fauna,kaligrafi dll. Teknik seni pasir yang digunakan menciptakan tekstur dan nuansa yang unik, menyuguhkan pengalaman visual yang menyentuh dan mengundang kontemplasi.
Dalam sambutannya saat pembukaan pameran, Akhyak mengungkapkan bahwa aksi ini lahir dari keinginannya untuk berbuat sesuatu yang bermakna. “Saya percaya seni dapat menjadi jembatan yang menghubungkan hati. Ketika mendengar kabar tentang bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera, saya merasa perlu melakukan sesuatu. Lukisan pasir adalah medium saya, dan saya ingin medium ini membawa manfaat,” ujarnya.
Para pengunjung dapat memberikan donasi melalui beberapa cara—mulai dari pembelian karya, donasi bebas, hingga mengikuti sesi lelang amal untuk beberapa lukisan khusus. Antusiasme masyarakat terlihat jelas; beberapa karya bahkan langsung terjual pada hari pertama pameran.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas guru, pelajar, hingga lembaga kemanusiaan. Selain itu, beberapa sekolah turut mengajak siswanya berkunjung untuk belajar mengenai empati, seni, serta pentingnya aksi sosial.
Menurut panitia, seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Naional ( Baznas). “Kami ingin memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” kata salah satu relawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki cara untuk membantu—sekecil apa pun kontribusinya. Melalui dedikasi dan kreativitasnya, Akhyak berhasil menunjukkan bahwa seni mampu menjadi sarana penyembuhan, penggerak empati, sekaligus pengikat solidaritas antar sesama.
Kisah ini menjadi inspirasi bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil oleh individu yang memiliki kemauan dan kepedulian.(SyS)







