Home News Romantisme K-U-H Dalam Menghadapi Era Medsos.
News

Romantisme K-U-H Dalam Menghadapi Era Medsos.

Jombang, 1 Juni 2025 – “Nyawa kita telah dijodohkan sejak berjuta tahun lalu di Suralaya. Mata kita kan bertatapan berabad abad. Maut boleh datang menjemput. Tapi cinta kita tak kan […]

Jombang, 1 Juni 2025 – “Nyawa kita telah dijodohkan sejak berjuta tahun lalu di Suralaya. Mata kita kan bertatapan berabad abad. Maut boleh datang menjemput. Tapi cinta kita tak kan larut”

Naskah KUH yang ditulis oleh Andy Kephex lebih menghadirkan sisi romantisme. Di mana aliran Romantisme mulai berkembang akhir abad 18 yang dalam suguhannya menitiklibatkan emosional dan gelinjang psikologis. Sasaran alur bukan ‘menyala bosku’ pada kesadaran kolektif untuk menyelesaikan masalah yang luas, melainkan kesadaran individu.

KUH yang dipentaskan oleh Komunitas Teater Ginyo(G yang mirip S) Lamongan di Aula MA Al Hikmah Balongrejo Sumobito Jombang pada 30 Mei 2025 malam mengisahkan seorang suami yang menghabiskan waktunya untuk menunggu sang istri dalam derita koma entah sekian lama. Tokoh suami yang diperankan oleh Agits Ni’Mail Jahidan bermain piano sambil mengungkapkan isi hatinya dalam upaya membangkitkan kesadaran sang istri. Sementara sang istri yang diperankan oleh Tri Murni Ati hanya akting tidur di pembaringan sepanjang pementasan. Sang istri hanya terbangun dan berdansa dengan suami ketika suami melantunkan lagu kesukaan mereka berdua. Namun bangkitnya sang istri bukan sembuh, melainkan dihadirkan sebagai penggalan masa lalu, nyanyi sambil dansa di bayangan imajinasi suami. Adegan istri bangkit ini dihadirkan kepulan asap biru sebagai siluet tipis sebagai upaya Luqman Thohex selaku sutradara menghantarkan pemahaman ke penonton.
Pementasan KUH yang berdurasi 20 menitan tersebut disaksikan para murid Al Hikmah Balongrejo Sumobito, sebuah tempat ndeso kluthuk. Bukan kota atau gedung mewah. Sekolahan tempat saya masih muda dulu menempuh jenjang Aliyah. Teater yang masuk penonton di pelosok.
Selain para murid dan guru, hadir juga para dedengkot seniman Jombang semisal Mbah Catur dan Ny Riris, Jati Utami, Cak Jumali, Cak Aziz Rebung, Juki Alamsyah, Fiali Undar dll.
Naskah KUH yang ditulis Cak Kephek tahun 2012 jangan jangan bukti kelungitan penulis yang mampu menerawang masa depan 10 tahun sesudahnya. Di mana tahun 2022 puncak era medsos lahirnya group wa, inbok, dm, aplikasi hijau michat. Era di mana selingkuh jadi jargon fyp ‘bojomu semangatku, jangan bilang ampuh jika blom pernah selingkuh. Tokoh dalam naskah KUH memilih setia sebagai capaian pemujaan diri atas bukti cinta pada kekasihnya. Meskipun bisa juga tokoh yang istrinya lumpuh wajar jika bergendakan dengan wanita lain.

Bahkan cinta dalam KUH justru merambah ke cinta luas Manunggaling Kawulo Gusti sebagaiamana konsep cintanya Jalaluddin Rumi, Abnu Arabi, Arjuna Wiwaha Mpu Kanwa, Banawa Sekarnya Mpu Tanakung yang sah sebagai gambaran Rakyat Indonesia sekian lama ternyata mencintai tanah airnya yang terbujur bangkai tanpa bisa bangkit kembali.

*) Pewarta: Sabrank Suparno. Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jombang 2017-2021. Alumni MA Al Hikmah Balongrejo jaman Pak Halim, Pak Kholil, Abdul Mukti, Pak Ghufron, Samsuri, Bu Masrukha, Bu Ida.

Writer: Sabrang Suparno, Penulis, Seniman, Budayawan Jombang

Editor: admin

Previously

Ironi Jawa dan Kejayaan Thailand (1); Jawa: Si Jenius yang Lupa Caranya Sendiri

Next

Ironi Jawa dan Kejayaan Thailand (2) Raja Chulalongkorn: Mahasiswa Teladan yang Melampaui Dosennya

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement