SMP Katolik Wijana Jombang, Berhasil Pentaskan Drama Ijo Abang
Jombang – Hari itu merupakan momentum bersejarah bagi keluarga SMP Katolik Wijana Jombang. Sebab pada hari itu, tepat hari Sabtu, 19 Oktober 2024, mereka berkumpul dalam ruang yang juga memiliki […]
Jombang – Hari itu merupakan momentum bersejarah bagi keluarga SMP Katolik Wijana Jombang. Sebab pada hari itu, tepat hari Sabtu, 19 Oktober 2024, mereka berkumpul dalam ruang yang juga memiliki nilai sejarah tinggi.
Mereka tidak sedang menggelar misa maupun peribadatan lain, tetapi mereka berkumpul untuk menyaksikan drama yang diperani para siswa sendiri.
“Ijo Abang”, itulah lakon drama yang dipentaskan para siswa Kelas VIII hari itu. Pementasan yang berlangsung mulai pukul 08.00-09.30 WIB di Gedung Paroki Santa Maria, nampaknya menjadi perhatian orangtua siswa dan peminat seni peran di Jombang.
Keberhasilan dalam pentas itu, juga diwujudkan dengan terjualnya 150 tiket yang dibeli pengunjung. Utamanya orangtua siswa yang ingin menyaksikan unjuk kebolehan putra-putri mereka dalam memerani drama.
Kepala SMP Katolik Wijana Jombang Yohana Titiek Hariyanti, mengaku merasa bangga dengan tampilan anak-anak didiknya. Ia bahkan mengucapkan terimakasih kepada anak-anak didik itu, telah membanggakan guru dan orangtua.
“Terimakasih kepada mereka yang telah berjuang dan berupaya untuk menampilkan drama, “ ucap Titiek, saat dihubungi Jumat, 1 November 2024.
Di samping itu, Titik juga menjelaskan drama Ijo Abang ini memang sengaja dibuat para siswa untuk mengangkat cerita rakyat asal usul Jombang.
Pengangkatan drama, lanjut Titik, selain bertujuan untuk belajar seni peran bagi para siswa. Di sisi lain juga untuk menjadi bagian implementasi tema kearifan lokal di Jombang, sekaligus Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
“Untuk penampil dan pendukung yang terlibat dalam pementasan ini ada 32 anak, yang seluruhnya merupakan siswa-siswi Kelas VIII, “ ungkap Titiek.
“Keterlibatan seluruh anak-anak ini juga meliputi pembagian jobdesk mulai dari pembuatan properti panggung sampai penyiapan kostum,” tambah Titiek.
Perempuan yang sudah mengabdikan diri sebagai guru lebih 26 tahun ini juga mengatakan, bahwa drama yang dipentaskan para siswa, baginya terbaik di antara drama yang pernah dibuat para siswa.
“Drama Ijo Abang ini sangat memuaskan bagi saya, ujar Titiek.
Sementara itu Koordinator Pementasan Drama Ijo Abang Cornelius Eko Arianto menceritakan, bahwa gelaran drama seperti Ijo Abang, sudah biasa buat oleh para siswa SMP Katolik Jombang ini. Kata Eko, pelajaran seni peran yang masuk ekstra kurikulum di SMP Katolik ini juga ditekankan untuk para siswa.
Menurut Eko, ditekan bukan berarti menjadi kewajiban para siswa, tetapi bagaimana agar anak-anak bisa mengenali untuk berperan di atas pentas.
Dari drama Ijo Abang ini, lanjut Eko, diharapkan para siswa mengenali dan mempelajari kearifan lokal dalam cerita rakyat ini. Dengan arahan dan motivasi selama proses latihan, hasilnya anak-anak percaya diri dengan kemampuannya.
“Tentu anak-anak memilih sendiri masing-masing jobdsek yang ingin diperani. Tentu di luar pementasan, anak-anak tetap belajar bertanggung jawab, disiplin, dan bekerjasama dalam tim. Dan ini karakter yang terpenting untuk saat ini,” jelas Eko. ***
Writer: Wahyu Imanullah
Editor: Pliplo Supriyadi







