The Root of Java, Soekarno, Abah Bupati
Jombang, 19 Juni 2025 – Wacana The Root of Java sebagai tageline kabupaten Jombang yang disampaikan Abah Warsubi sebagai Bupati Jombang menjadi hal yang penting . IKenapa Jombang absah sebagai […]
Jombang, 19 Juni 2025 – Wacana The Root of Java sebagai tageline kabupaten Jombang yang disampaikan Abah Warsubi sebagai Bupati Jombang menjadi hal yang penting .
I
Kenapa Jombang absah sebagai akar peradaban Jawa, sebagai “The Root of Java”?
Peradaban-peradaban besar di Jawa juga berjejak di Jombang. Empu Sindok penerus Kerajaan Medang ditemukan prasastinya di Tengaran (yaitu Prasasti Tengaran/Gewek, 857 Syaka/14 Agustus 935 Masehi) di Kecamatan Peterongan. Keturunan Empu Sindok bernama Darmawangsa Teguh punya menantu bernama Airlangga, mendirikan Kerajaaan Kahuripan yang sebagian prasastinya (Prasasti Gurit/Munggut, 944 Saka/3 April 1022 M) ditemukan di Katemas, Jombang. Dan Kerajaan Majapahit (yang masih berhubungan silsilah dengan kerajaan-kerajaan sebelumnya di Jawa) mewariskan banyak candi yang antara lain ditemukan di Wonosalam, Jombang, yaitu Candi Ngrimbi yang selesai dibangun pada abad ke-14.
Banyak kiai Jombang misalnya Gus Dur dan Mbah Wahab menyatakan masih bersambung silsilah dengan Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit. Ini artinya para kiai yang mengasuh kaum santri bersambung silsilah dengan peradaban-peradaban besar Jawa yang berjejak di Jombang. Jombang sebagai “The Root of Java” mempertegas eksistensi kesejarahan Jombang sebagai kota santri juga.
II
Dokumen tertua tentang kapan dan di mana Soekarno lahir terdapat di “Buku Induk ITB 1920-1930” yang menyatakan Raden Soekarno lahir 6 Juni 1902 di Surabaya. Ketika itu Kawedanan Ploso (Jombang) bagian Karesidenan Surabaya. Belum ada dokumen kelahiran Soekarno yang lebih tua dari dokumen di buku induk itu. Sampai sekarang belum ditemukan dokumen akta lahir Soekarno dan semua ijazahnya sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Soekarno lahir di Ploso, 6 Juni 1902 didasarkan sejumlah data. Ada dokumen yang menyatakan Raden Soekeni bekerja di Ploso sejak 28 Desember 1901. Soekarno pertama kali menempuh pendidikan di Sekolah Desa di Ploso berdasarkan dokumen dari era Pendudukan Jepang. Pamannya Soekarno dari garis ayahnya, RMP Sajid Soemodiardjo dari Kediri, berkisah antara lain bahwa Soekeni bekerja di Ploso dan Soekarno lahir di Ploso (sebagai anak kedua). Sedangkan Kiai Abdul Mu’thi dari Ploso mengisahkan Raden Soekeni ketika pindah ke Ploso (1901) masih punya satu anak perempuan bernama Soekarmini. Catatan Raden Soekeni menyatakan Ir. Soekarno lahir 6 Juni 1902.

Penulis otobiografi Soekarno bernama Cindy Adams berfoto di halaman rumah kelahiran Soekarno di Ploso pada 16 Januari 1964. Dalam foto itu ada beberapa orang lain selain Cindy Adams yang masih dikenali oleh warga Ploso, rumahnya di Ploso dan kuburannya pun di Ploso.
Klaim rumah kelahiran Soekarno di Pandean di Surabaya sampai sekarang belum terbukti data sejarah pendukungnya. Kenapa rumah kelahiran Soekarno di Ploso yang datanya sangat kuat tidak ditetapkan sebagai situs cagar budaya?
III
Warisan prasasti dan candi di Jombang, juga situs kelahiran Soekarno di Ploso, belum ditetapkan misalnya sebagai cagar budaya peringkat kabupaten. Penetapan semua itu sebagai cagar budaya selain bisa menjaga aset sejarah juga akan menambah bobot dan prestise Jombang. Dan misalkan Abah Bupati sekarang menetapkan itu semua sebagaibcagar budaya akan dikenang panjang dan harum namanya dalam sejarah.
Writer: Binhad Nurrohmat, inisiator Titik Nol Soekarno Ploso
Editor: admin







