Debat Pilbup Jombang, Akademisi Sebut Program Warsubi-Salman Sudah Terbukti Dibanding Petahana Hanya Abstrak
Jombang – Konsisten dan tetap menjaga integritas. Hal itu yang masih nampak menonjol dalam pasangan nomor urut 2 H Warsubi-KH Salmanudin Yazid di akhir-akhir ini. Apalagi saat debat kedua atau […]
Jombang – Konsisten dan tetap menjaga integritas. Hal itu yang masih nampak menonjol dalam pasangan nomor urut 2 H Warsubi-KH Salmanudin Yazid di akhir-akhir ini. Apalagi saat debat kedua atau terakhir yang digelar KPU Jombang di Hotel Yusro pada Sabtu, 16 November 2024.
Pasangan yang menggunakan akronim WarSa ini, konsisten dalam mengenakan baju biru. Dan tetap menjaga integritas, bahwa pasangan calon ini tak berubah-ubah dalam menyampaikan program-programnya kepada masyarakat Jombang.
Bahkan menurut banyak kalangan, pasangan calon Warsubi-Salman nampak humble dan smart di saat debat publik. Senyum Warsubi dan Gus Salman terasa terpancar ketika menjawab pertanyaan, baik dari panelis maupun dari kubu nomor urut 1 Mundjidah Wahab-Sumrambah.
Melihat hal ini dosen dari Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Rejoso Jombang Dr. Nur Ulwiyah sangat mengapresiasi kepada Warsubi-Salman.
Nur mengatakan, pasangan calon Warsubi-Salman terlihat lebih santai dan menguasai materi dibanding debat sebelumnya.
Dalam debat terakhir, kata Nur, saat Warsubi memaparkan program kesehatan, yaitu soal cara dia selama menjadi kepala desa Mojokrapak. Menurut Nur, terbukti Warsubi mampu menyelesaikan persoalan tersebut, bukan sekadar memberi bantuan.
Tetapi ada yang menarik di sini, tegas Nur, yaitu Warsubi juga memberi edukasi menyeluruh kepada pada Ibu, calon ibu dan balita sebagai langkah pencegahan kematian ibu dan bayi serta pencegahan stunting.
“Tren angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), selama ini terus meningkat di beberapa tahun terakhir (2019-2023), Di tahun 2023 angkanya meningkat cukup signifikan dibanding tahun 2022, yaitu dari 88,4 menjadi 134,51, “ ucap Nur.
“Data yang diungkap Dinas Kesehatan (Jombang) ini membuktikan bahwa pemerintahan sebelumnya tidak mampu mengatasi selama menjabat,”tandas Nur.
Selanjutnya Nur mengungkapkan, ketika Warsubi sebagai kepala desa Mojokrapak, justru pada saat itu dia menerima penghargaan untuk ketahanan pangan dari kabupaten, provinsi hingga Presiden RI.
Dan terbukti, Warsubi juga mampu menurunkan angka stunting hingga 50% dalam waktu singkat.
Sebagaimana terjadi dalam debat terakhir tersebut, Warsubi menyebut program inovasi desa yang digalakkan dengan merangkul beberapa perusahaan sebagai pihak ketiga. Salah satunya perusahaan yang ia sebut PT Phalosari.
Dalam berkegiatan usaha, perusahaan itu sudah memberi bantuan langsung kepada masyarakat. Bantuan yang berupa makanan bergizi tersebut, berjalan ketika pemerintah pusat dan kabupaten belum mencetuskan program yang sekarang mulai booming di masyarakat.
Jawaban lugas tersebut, bahwa Warsubi sudah berpengalaman dalam mengelola pemerintahan. Utamanya mengatasi persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. Sekaligus hal itu bukti bahwa Warsubi mampu gerak cepat dan tentu saja tepat sasaran.
“Ini sangat berbanding terbalik dengan program paslon petahana yang lebih abstrak dan kurang tepat sasaran. Seperti pembangunan 19 ribu MCK untuk mengatasi stunting. Itu kurang memberikan efek langsung dalam mengatasi stunting,” pungkas Nur. ***
Writer: Pliplo S
Editor: Pliplo S







