Ciptakan Manusia Plastik, Ecoton Ingatkan Publik Akan Bahaya Mikroplastik
Surabaya – Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton) terus berupaya terlibat menangani krisis plastik global, yang kian hari marak dan mengancam umat manusia. Tak ragu, lembaga yang fokus melihat lingkungan […]
Surabaya – Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton) terus berupaya terlibat menangani krisis plastik global, yang kian hari marak dan mengancam umat manusia. Tak ragu, lembaga yang fokus melihat lingkungan ini, mengagendakan gerakan kampanye operasi plastik di lingkungan.
Untuk memulai gerakan itu, Ecoton memamerkan manusia plastik, berukuran 5x5m di Surabaya dan Kebun Raya Purwadadi Pasuruan.
Patung Manusia Plastik itu sengaja dibuat, agar publik paham betapa bahayanya plastik terhadap lingkungan juga kehidupan umat manusia. Karena dalam patung tersebut, tergambar jelas bahwa dalam tubuh manusia juga tercemar mikroplastik..
Maka dari itu, Ecoton mengajak publik agar sadar akan bahayanya mikroplastik. Publik juga dihimbau agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengingat serpihan mikroplastik ditemukan dalam organ vital seperti jantung, ginjal, dan plasenta.
“50 persen mikroplastik di tubuh kita berasal dari PET, material plastik umum dalam kemasan makanan dan minuman,” ungkap Rafika Aprilianti yang bertugas sebagai Kepala Laboratorium Mikroplastik di Ecoton.
Pertama kali, Ecoton menggelar kampanye krisis plastik global di Surabaya pada Rabu-Jumat, 13 – 15 November 2024. Kemudian di acara di Festival Aksi Generasi Iklim yang dihadiri 380 anak di Kebun Raya Purwodadi pada Sabtu, 16 November 2024 .
Peserta yang terlibat dalam kampanye dari berbagai kalangan di Jawa Timur. Dalam kampanye itu Ecoton mengusung tema “Saatnya Bebaskan Sungai dari Sampah”.
Ada yang menarik dari kampanye yang dilakukan Ecoton ini, patung itu akan dibawa keliling ke berbagai kota di Indonesia untuk menyosialisasikan bahaya mikroplastik.

Kata Prigi Arisandi koordinator Ecoton, operasi plastik yang dilakukan ini dilengkapi dengan aktivitas edukasi, seperti poster riset, demonstrasi mikroskop mikroplastik, dan replika organ tubuh manusia yang tercemar plastik.
Dengan itu semua, Ecoton menyoroti konsumsi plastik masyarakat Indonesia yang tinggi yakni mencapai 15 gram/bulan. “Kami ingin masyarakat sadar dan bijak mengurangi plastik sekali pakai,” tambah Rafika.
Baru-baru ini Ecoton juga menggelar kampanye sambil membawa patung manusia itu di Universitas Trunojoyo Madura di Fishery Party pada Ahad, 17 November 2024.
Fokus yang Ecoton kampanyekan, yaitu pada ancaman mikroplastik dalam seafood dan lingkungan pesisir. Dalam acara ini juga mengundang komunitas Jawa Timur.
“Mereka kami hadirkan untuk mendukung pameran dengan menyediakan fasilitas transportasi dan lokasi,” kata Rafika menegaskan juga, bahwa penelitian mikroplastik di udara bahkan menggunakan drone khusus untuk analisis langsung.
Fasilitas itu diharapkan makin menyadarkan tentang tantangan manusia menghadapi krisis plastik global. Sesuai edukasi yang bertujuan memaparkan fakta kontaminasi mikroplastik, dampaknya pada kesehatan, serta langkah-langkah mitigasi.
Melalui pendekatan seni, sains, dan kolaborasi komunitas, Ecoton berharap memacu kesadaran publik terhadap krisis plastik global dan mendorong gaya hidup lebih ramah lingkungan.***
Writer: Rilis
Editor: Pliplo S







