Pasangan Calon Bupati Warsubi-Salman Prihatin di Jombang Masih Ada Usia Sekolah Tak Bersekolah
Jombang – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Jombang H Warsubi – KH Salmanudin Yazid alias Gus Salman mengungkapkan rasa prihatin, jika di Kabupaten Jombang masih ada anak usia sekolah […]
Jombang – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Jombang H Warsubi – KH Salmanudin Yazid alias Gus Salman mengungkapkan rasa prihatin, jika di Kabupaten Jombang masih ada anak usia sekolah tak bersekolah
Warsubi berjanji akan menyelesaikan persoalan ini, jika dirinya dan Gus Salman memimpin Jombang. Kata Warsubi, hal ini tidak boleh terjadi di daerah yang dikenal sebagai kota santri. Apalagi merujuk kata santri, mestinya Jombang tidak boleh terjadi ada anak yang masih usia sekolah tak bersekolah.
“Ini salah satu program yang akan kita selesaikan nanti. Saya membaca berita kok kaget dan prihatin, “ kata Warsubi di kediamannya, Selasa, 19 November 2024.
Sebagaimana terjadi laporan Radar Jombang, Senin, 18 November 2024 terungkap data, sebanyak 5.404 anak di Kabupaten Jombang tak bersesolah meski di usia sekolah. Namun, alasan anak tak sekolah ini bukan disebabkan oleh faktor ekonomi.
Menurut Warsubi, kalau bukan disebabkan faktor ekonomi, mestinya bisa segera terselesaikan. Apalagi Presiden Prabowo Subianto mencanangkan wajib belajar 13 tahun yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas bangsa ini.
Karena itu untuk mencapai tujuan tersebut, pasangan calon nomor urut 2 ini akan mewujudkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
“Untuk mewujudkan itu sekolah gratis, seragam sekolah juga gratis bagi anak SD, MI, MTs dan SMP. Karena sekolah menengah atas, SMA dan Aliyah (MA) menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi, “ ucap Warsubi.
Warsubi juga mengajak kepada stakeholder di Kabupaten Jombang untuk memperhatikan hal ini. Dengan membangun kolaborasi di semua pihak. Sebab dengan begitu akan berjalan dengan baik.
“Kita bangun kolaborasi dan sinergitas dari berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan anak tak sekolah. Ini tanggungjawab kita yang sudah kami program, “ jelas Warsubi.
Sementara itu calon wakil bupati Gus Salman mengatakan, persoalan anak masih usia sekolah tak bersekolah, itu sudah lama terjadi sebenarnya. Tapi bagaimana, tak ada tindakan serius oleh siapapun untuk menangani hal ini.
“Sekarang saatnya kita harus berpikir perubahan. Bukan hanya anak tidak sekolah yang menjadi fokus perhatian. Tapi juga anak yang sekolah tidak bisa membaca. Ini kita nanti (terpilih untuk memimpin Jombang), juga menjadi perhatian, “ ucap Gus Salman.
“Anak-anak Jombang harus mengenyam pendidikan ke depannya, “ imbuh Gus Salman.
Gus Salman sendiri memiliki pengalaman untuk memajukan pendidikan di Jombang ini, saat menjadi Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Jombang.
Dalam menata lembaga pendidikan tersebut, ia mengajak semua pihak utama warga NU untuk berpikir kemajuan pendidikan. Ternyata waktu itu sangat berhasil dalam kepemimpinannya. Pendidikan di NU ada kemajuan. Utamanya lembaga pendidikan NU yang berada di pelosok desa di Jombang ini.
“Kalau faktor anak tidak ingin sekolah. Kepala desa harus melakukan pendekatan kepada orangtua anak. Hingga anak mau sekolah, “ jelas Gus Salman.
Jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Jombang, ternyata tidak hanya dari anak-anak pinggiran, anak yang tinggal di Kecamatan kota juga banyak yang tidak sekolah. Dan menyebar di semua kecamatan. ***
Writer: Pliplo S
Editor: Pliplo S







