Pilbup Jombang di Mata Anak Muda, Program Ekonomi Kreatif Warsubi-Salman Penuh Selera
Jombang– Anak muda punya selera. Itulah ungkapan yang hingga kini masih terdengar di kalangan anak muda Jombang. Ungkapan lawas sebenarnya. Sebuah ungkapan yang terinspirasi dari sponsor salah satu produk rokok. […]
Jombang– Anak muda punya selera. Itulah ungkapan yang hingga kini masih terdengar di kalangan anak muda Jombang. Ungkapan lawas sebenarnya. Sebuah ungkapan yang terinspirasi dari sponsor salah satu produk rokok.
Ungkapan itu terdengar lewat beberapa anak muda, ketika dimintai tanggapannya ihwal pemilihan bupati dan calon wakil bupati, pada 27 November 20204 nanti.
Menurut mereka, pasangan calon yang akan dipilih antara pasangan calon nomor urut 1 Mundjidah Wahab-Sumrambah dan nomor urut 2 Warsubi-Salman Yazid. Mereka rata-rata mengatakan, jatuh pada pilihan pasangan calon yang punya selera.
Dito misalnya, satu dari 1.012.800 daftar pemilih tetap yang akan menentukan nasib pasangan calon bupati – wakil bupati untuk memimpin Jombang. Ia mengatakatan, pilihannya kepada pasangan yang punya selera dan memenuhi kebutuhan anak muda.
“Artinya pasangan pilihan saya yang bisa memenuhi kebutuhan anak muda, “ kata Dito saat ditemui, Jumat, 1 November 2024..
Pasangan calon yang punya selera dan bisa memenuhi kebutuhan anak muda, menurut Dito, nomor urut 2 Warsubi-Salman.
“Saya melihat programnya menarik, ada ekonomi kreatif, “ ucap Dito.
Meski kemudian ia menjelaskan, secara terminologi tidak tahu apa ekonomi kreatif. Bagi dia, kata kreatif itu yang memicu dirinya untuk memilih Warsubi-Salman.
“Pada intinya saya tidak tahu seperti apa ekonomi kreatif itu, “ kata Dito. “Kalau menurut saya kegiatan broadcasting, seni, bikin film. Itu ekonomi kreatif “ tambah Dito.
Dito di antara teman-temannya yang hari itu sedang istirahat pelajaran kelas, termasuk pemilih pemula dalam pemilihan bupati-wakil bupati Jombang nanti. Sebab bulan September kemarin, ia sudah menginjak usia 17 tahun. Dan saat ini ia sedang menjalani kelas 12 di salah satu SMA di Jombang ini.
Dalam catatan KPU Jombang pemilih pemula yang akan berkontribusi memilih pasangan calon bupati-wakil bupati nanti, mencapai 4.623 pemilih dengan rincian 2.371 pemilih laki-laki dan 2.252 pemilih perempuan.
Namun beda dengan Fazlur, teman Dito. Ia mengaku, sudah memiliki pengalaman menentukan hak suaranya, yaitu ikut pemilihan legislatif dan pemilihan presiden-wakil presiden, pada 14 Februari 2024 kemarin. Sebab pada bulan Oktober 2023, usia Fazlur sudah masuk 17 tahun.
Tetapi dalam pemilihan bupati-wakil bupati Jombang ini, termasuk kali pertama ikut nyoblos.
Fazlur tidak serta merta menjawab, pasangan calon bupati-wakil bupati yang akan dipilihnya. Tetapi ia mengungkapkan, seperti yang dikatakan Dito, bahwa sangat tertarik dengan program ekonomi kretaif.
“Ekonomi kreatif itu tidak harus bikin film. Bikin jajan (kue). Itu juga ekonomo kreatif, “ ujar Fazlur dengan menyebut bikin kue juga bisa dikatakan ekonomi kreatif. Kerena dalam pengakuannya, di rumah orangtua Fazlur sebagai wirausaha produk roti yang melayani pemesan.
Pendapat sama juga diungkapkan, Rizki dan Bimbim. Mereka akan memilih pasangan calon nomor 2. Menurut mereka, sepertinya pasangan calon Warsubi-Salman akan fokus soal kreatifitas anak muda.
Bimbim melihat, setiap kampanye yang digaungkan selalu ekonomi kreatif. Mendengar hal ini ia pun meningkatkan potensi diri.
“Ada program satu dusun satu wirausaha. Itu barangkali bisa menjadi peluang saya, sambil melanjutkan kuliah “ ucap Bimbim.

Pemilih pemula di salah satu SMA di Jombang. Foto: ist
Preferensi Pribadi
Meski dalam pemilihan bupati–wakil bupati Jombang terdapat pemilih pemula. Tetapi para pemilih ini juga melihat preferensi pasangan calon.
Di antara pasangan calon, menurut Qiftiya (21) seorang mahasiswi, setidaknya tidak pernah terlibat tindak pidana korupsi. Juga jauh dari penilaian kurang baik di mata masyarakat.
Jika dibandingkan, dua pasangan calon bupati-wakil bupati antara nomor urut 1 Mundjidah Wahab-Sumrambah dan nomor urut 2 Warsubi-Salman, kata dia, akan lebih cenderung memilih yang baru.
“Saya akan pilih nomor 2. Karena temanya perubahan dan belum ada penilaian buruk di mata masyarakat, “ kata Qiftiya, ketika ditemui ketika mengikuti kegiatan lingkungan di Sungai Brantas, Senin, 4 Nomber 2024.
Qiftiya yang saat ini sedang menempuh kuliah di program profesi ners di salah satu perguraun tinggi di Jombang ini, meminta agar tak mengutip penilainnya terhadap pasangan calon nomor urut 1 Mundjidah Wahab-Sumrambah.
“Tidak usah ditulis, Masyarakat sudah tahu dan saya melihat sudah bisa menilai, “ ucap Qiftiyah
Setali tiga uang dengan Qiftiya, Anshorul (20) mahasiswa komunikasi di Surabaya ini, juga melihat keunggulan dua pasangan calon yang akan berebut kursi bupati Jombang ini.
Sebagai warga Jombang, Anshorul melihat keunggulan itu ada pada Warsubi. Ia mengatakan demikian, karena melihat Warsubi sudah tuntas mengurus dirinya sendiri.
“Saya tak bermaksud memuji atau berlebihan. Ini memang terjadi. Untuk urusan ekonomi ia sangat mampu untuk mengurusi dirinya dan keluarga. Jadi saya berharap jangan korupsi“ kata Anshorul mengingatkan.
Tetapi jika nanti, lanjut Anshorul, Warsubi melakukan tindak korupsi atau menyalahgunakan wewenang, biar rakyat yang akan menghukum.
“Ini tugas rakyat. Kalau ada calon bupati sudah berjanji tidak akan korupsi, setelah jadi bupati kemudian korupsi. Rakyat mesti berhak menghukum. Tetapi saya menurut saya jangan terjadi “ kata Anshorul yang juga aktif di lembaga pers kampus ini. ***
Writer: Tim
Editor: Pliplo Supriyadi







