Home Perspektif Teori Kuda Mati di Antara Kuda-kudaan
Perspektif

Teori Kuda Mati di Antara Kuda-kudaan

SIAPA PENEMU teori kuda mati? Sejak pagi saya bongkar-bongkar google. Tak menemukan. Saya mencari karena penasaran. Kenapa dalam pekan ini banyak orang membahas teori ini? Kalau tahu nama penemunya pasti […]

Kuda berlari. Ilustrasi.

SIAPA PENEMU teori kuda mati? Sejak pagi saya bongkar-bongkar google. Tak menemukan. Saya mencari karena penasaran. Kenapa dalam pekan ini banyak orang membahas teori ini?

Kalau tahu nama penemunya pasti asik. Dan mungkin banyak orang memberi apresiasi.

Teori kuda mati banyak yang mengatakan metafora satir. Dalam penggunaan bahasanya tidak terlalu menyinggung. Lebih sering menggunakan bahasa perbandingan.   

Baru-baru ini terjadi beberapa bukti orang dan institusi. Berurusan dengan masalah yang jelas. Tapi sulit untuk dipahami. Alih-alih mengakui kebeneran. Yang terjadi memakan justifikasi dan gagasan.

Apa yang terjadi, antara gagasan dan realita. Selalu tak nyambung. Dalam gagasan kemudian muncul ngibul (mind-wandering) . Dalam realita muncul hanya membayangkan (just imagining)

Tapi anehnya banyak orang sadar akan hal ini. Ditunggangi kuda mati. Tidak juga turun-turun, meninggalkan.

Entah apa yang dia cari?

Mungkin karena analogi atau matafora dalam kalimatnya. Teori kuda mati belum ada yang berani mengklaim sebagai penemu.  

Beberapa kali ditanya, sama jawabannya. Datang dengan membawa pelana. Satunya membawa makanan dan mengubah kesatria,

Satunya lagi diisolasi dengan dirawat seorang perawat. Membawa karyawan baru unuk menggantikannya. Banyak hal satu dan satunya dalam mengerjakan. Tetapi dengan semua usaha.

Di antara teori kuda mati, ada “kuda-kudaan”.

Kuda-kudaan istilah dalam bahasa Indonesia berarti “permainan atau lelucon yang tidak serius” atau “omong kosong”.

Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi, Di mana seseorang berbicara atau berperilaku dengan cara yang tidak serius atau tidak jujur.

Contoh penggunaan istilah “kuda-kudaan” dalam kalimat:

1.  “Jangan percaya omongannya, itu hanya kuda-kudaan saja.”

2.  “Dia hanya berbicara kuda-kudaan, tidak serius sama sekali.”

Istilah “kuda-kudaan” juga dapat digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang berperilaku dengan cara yang tidak profesional atau tidak etis. ***

Writer: Pliplo Society

Editor: Andreas Uly

Previously

Komunitas Mojokerto, Selamatkan Pendakian Pananggungan dengan Tanam Bambu

Next

Warsubi-Salman Bakal Dilantik Presiden Prabowo, Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jombang

admin
Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mata Jombang
advertisement
advertisement